Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Polisi Selidiki Peredaran Kopi Obat Kuat dan Parasetamol
JAKARTA, (INDOVIZKA)-Polri menyatakan bakal melakukan penyelidikan terkait temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) soal peredaran kopi yang dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) Sildenafil dan Parasetamol.
Sildenafil biasanya digunakan sebagai 'obat kuat' atau mengatasi disfungsi ereksi. Sementara, Paracetamol biasanya digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.
"Direktur Tipidnarkoba mengatakan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bisa melakukan penindakan peredaran kopi yang mengandung bahan berbahaya itu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (9/3) malam.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian bakal terbuka atas setiap informasi yang diserahkan oleh BPOM terkait temuan tersebut.
Namun demikian, kata dia, secara resmi pihak kepolisian belum mendapat informasi tersebut dari BPOM. Dedi mengatakan, penindakan bakal dilakukan jika temuan dilakukan kerja sama untuk menyikapi temuan tersebut.
"Manakala kami mendapat ajakan dari BPOM untuk kerja sama penindakan, tentunya kami akan menindaklanjutinya," tambah dia.
Terpisah, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar mengatakan bahwa kepolisian bakal melakukan penyelidikan untuk dapat mendalami perkara tersebut.
"Kami akan menindaklanjuti temuan BPOM di lapangan. Kami akan melakukan penyelidikan," ucap Krisno.
Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan bahwa enam merk yang mengandung bahan kimia itu bermerek antara lain: Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Menurutnya, pengusaha membuat izin palsu dari BPOM dalam kemasan sehingga seolah-olah produk tersebut sudah tersertifikasi oleh pihak pengawas itu.
Penny menegaskan bahwa penggunaan Paracetamol dan Sildenafil yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat hingga yang paling fatal, kematian.
Adapun kopi tersebut ditemukan tim BPOM di Kota Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan itu didapat setelah BPOM melakukan operasi penindakan produk ilegal obat tradisional hingga jenis pangan.
.png)

Berita Lainnya
Ini Penampakan Mobil Mewah Milik Bandar Judi Online di Pekanbaru
Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal, Mayoritas Rokok dan MMEA Senilai Rp 3,8 Miliar
Simpan Sabu dalam Karung Beras, Polres Bengkalis Amankan Residivis Tiga Kali Kasus Narkoba
Korupsi BLT Covid-19, Kepala Dusun dan Anggota BPD Ditangkap
Putus Mata Rantai Peredaran Narkoba, Kanwil Kumham Riau Pisahkan Penghuni Lapas Bermasalah
Tega, Ayah Tiri di Rohil Cabuli Anak Berumur 13 Tahun
Polsek Kemuning Ungkap Pelaku Pengedar Sabu
DKPP Berhentikan Arief Budiman dari Jabatan Ketua KPU
Miris! 3 Dari 4 Pelaku Pengeroyokan dan Pencurian di Kuburan Cina Masih Di Bawah Umur
Kronologi Penemuan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit Kecamatan Peranap
Jambret Kalung Emas Milik Istri, Pria di Tembilahan Terancam Penjara 12 Tahun
Ahli Jaringan Listrik Tegangan Tinggi ITB Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Proyek SKTT di PT PLN