Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Waspadai Penularan Corona, Warga Tolak Perayaan 'Sembayang Kubur' di Desa Perigi Raja
INDOVIZKA.COM- Sembayang Kubur atau 'Ceng Beng' adalah tradisi warga keturunan Tionghoa yang setiap tahun dilakukan pada awal bulan April. Pada saat Ceng Beng ribuan warga biasanya memadati pemakaman untuk menghormati jasa-jasa orangtua dan leluhur mereka.
Di Indragiri Hilir, tepatnya di Desa Perigi Raja Kecamatan Kuindra biasanya perayaan Ceng Beng selalu ramai dihadiri warga Tionghoa setiap tahunnya dari luar daerah.
Mereka datang membersihkan makam, bersembayang dan meninggalkan karangan bunga, makanan dan uang kertas di kuburan orang yang mereka hormati.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Namun terkait dengan maraknya Virus Corona (Covid-19) yang terjadi tahun ini, warga setempat ramai-ramai menolak agar kegiatan yang mengumpulkan orang ramai seperti Sembayang Kubur ditiadakan.
Penolakan ini juga seiring dengan maklumat Polri dan himbauan Pemkab Inhil agar masyarakat untuk sementara tidak melaksanakan kegiatan dan menghindari tempat keramaian karena wabah Covid-19.
"Jelas ada himbauan dari Pemerintah, tapi kabarnya perayaan ini rencananya tetap dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 5 April nanti. Kami minta mohon ditinjau ulang kalau ada izinnya, jangan sampai ada keramaian di desa Perigi Raja, apa lagi orang luar masuk," ujar ZK, salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya.
Tersiar kabar, perayaan Ceng Beng ini mendapat izin dari aparat desa dan Camat Kuindra. Bahkan, izinnya pun dikabarkan sudah sampai ke tingkat kabupaten.
Kepala Desa Perigi Raja Si'ef, kepada indovizka.com melalui telepon seluler membantah perayaan Sembayang Kubur itu mendapat izin dari pihak desa. Menurutnya, aparat desa sudah menyepakati dengan tokoh masyarakat dan Ketua Paguyuban Tionghoa Perigi Raja untuk menolak dan tidak memberikan izin terhadap perayaan Sembayang Kubur itu.
Kesepakatan itu berdasarkan hasil rapat dan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani semua komponen masyarakat Desa Perigi Raja Kecamatan Kuindra, Kamis (26/3/2020) kemaren.
"Kami sudah sepakati bahwa kegiatan Sembayang Kubur ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kecuali bagi warga yang memang berdomisili di Desa Perigi Raja, memang ada pengecualian, tapi bagi warga luar kami tegaskan ditolak," kata Si'ef, Kades Perigi Raja ini.
.png)

Berita Lainnya
Dua WN Malaysia Terdampar di Pulau Rupat, Ketuk Rumah Warga Minta Bantuan
Ingatkan Pentingnya Jaminan Keselamatan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Sosialiasi ke Desa Sanglar
Jumlah Warga Bengkalis Meninggal Dunia karena Covid-19 Terus Bertambah
Polres Dumai Bekuk Dua Kurir Bersama 23 Kg Sabu dan 19.937 Butir Pil Ekstasi
Zulmansyah: Saya Berterimakasih kepada PWI Pokja Pekanbaru 2017-2020
Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Kodim 0313/KPR Gelar TMMD Ke-110 di Rohul
Potensi Banjir Rob Masih Tinggi, Masyarakat Daerah Pesisir Diminta Waspada
Hari Ini, Pj Bupati Safari Ramadhan di Masjid Ubudiyah Bangkinang Kota dan Pj Sekda di Masjid Al Muhajirin Kampa
Tak hanya Rumah Ibadah, Tempat Hiburan di Pekanbaru Juga harus Dibatasi Selama Ramadan
Zulmansyah Sekedang Paparkan Makna Tema HPN 2025 di Riau di TVRI
Usai PSU, Hasil Pilkada Rohul Digugat Lagi Ke MK, Begini Tanggapan KPU dan Bawaslu
Pj Bupati Erisman Yahya Dorong Non ASN Ikuti Seleksi PPPK Periode 2