Pilihan
Lampu Mati Massal, DPRD Riau Minta PLN Minta Maaf dan Ganti Rugi ke Konsumen
PEKANBARU, INDOVIZKA .COM– Pemadaman listrik secara massal yang dilakukan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) membuat sejumlah pihak angkat bicara. Pasalnya akibat pemadaman PLN ini, aktivitas masyarakat nyaris lumpuh.
“Sejak pukul 16.00 WIB kemarin (Selasa, red) lampu padam. Saya tak bisa menghubungi anak saya di Palembang karena HP saya lowbat,” keluh salah satu ibu rumah tangga di Palas Rumbai,” Rabu (5/6/2024).
Tak sampai di situ, anggota DPRD Riau Mardianto Manan juga merasakan hal yang sama. Dia pun mendesak PLN tidak hanya sebatas meminta maaf kepada konsumen, akan tetapi ikut bertanggung jawab atas apa yang menjadi hak konsumen.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
“PLN tidak hanya perlu minta maaf, tetapi juga harus memenuhi hak konsumen yang dirugikan akibat kejadian ini,” ujarnya.
Hal ini tertuang dalam undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Oleh karena itu PLN harus memenuhi hak-hak konsumen termasuk hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengonsumsi layananan listrik dan mendapatkan sesuai dengan standar yang dijanjikan.
“Dan melihat kondisi pemadaman listrik cukup lama ini saat ini saya menilai management PLN sudah tidak benar. Untuk itu, kita minta penjelasan mereka apa penyebabnya, kalau kecelakaan beri kan penjelasan pada kita. Karena hidup listrik tergantung PLN saat ini, apalagi semua serba online,” ungkap politisi partai PAN DPRD Riau tersebut.
Seperti diketahui, pada Selasa kemarin terjadi pemadaman listrik massal oleh PLN yang cukup lama di Sumatera Selatan hingga Riau.
Gangguan itu terjadi pada transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 275 kV Lubuklinggau-Lahat, Sumatera Selatan. Kondisi ini mengakibatkan aktivitas masyarakat nyaris lumpuh total.
Hingga saat ini sejumlah rumah warga di Kota Pekanbaru masih terlihat lumpuh akibat padamnya lampu milik perusahaan negara tersebut. **
.png)

Berita Lainnya
Diserahkan ke Pemko, Pasar Cik Puan akan Dibangunkan Pihak Ketiga
PT. Pulau Sambu Terima Penghargaan Atas Bantuan Renovasi Gedung Polsek Kateman
Kerja Keras Berbuah Manis, Pekanbaru Terima Sertifikat Adipura dari Menteri LHK
“ALFABOND” Resmi Diluncurkan, SMAIT Tahfizh Al-Fatih Perkuat Kedekatan Orang Tua dan Anak Lewat Family Bonding Camp
2 SLTA Wakili Kepulauan Meranti Ikuti LCTP Tingkat Provinsi Riau
Ini Penjelasan Bandara Terkait Penerbangan ke Pekanbaru Dialihkan ke Batam
Berikut Daftar Nama Orang Ikut Terjaring OTT KPK di Meranti
Dirangkai Peletakan Batu Pembangunan Gedung PWI, Besok Pelantikan PWI Kampar Dihadiri Ketua PWI Pusat
Gegara Covid-19, Pemkab Siak Masih Kaji Dibukanya Pasar Ramadan
Bangunan RS Tipe D Minas Tak Rampung, Habiskan Anggaran Rp3,5 Miliar Cuma untuk Ruang Operasi
Di Perbatasan Riau dan Laut Cina Selatan, Warga Teluk Belengkong dan Pulau Burung Inhil Terisolir dan Tertinggal
Tak Tahu Jalan, Toyota Kijang Terjebak di Kolam Senam RTH Tunjuk Ajar Pekanbaru