Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pemerintah Siapkan Langkah Jitu Tingkatkan Ekonomi Saat Geopolitik Memanas
Jakarta - Pemerintah memastikan kondisi ekonomi nasional tetap stabil di tengah memanasnya situasi geopolitik global dengan menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memperkuat efisiensi kebijakan, serta mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa APBN masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk meredam dampak gejolak ekonomi dunia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga keberlanjutan anggaran sebagai langkah antisipatif terhadap ketidakpastian global.
“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih mempunyai ruangan untuk memberi cushion atau bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” ujar Purbaya.
Menurutnya, hingga akhir tahun, kondisi defisit anggaran masih berada dalam batas aman dan terkendali.
“Anggaran kita sekarang sampai akhir tahun pun tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa pemerintah telah melakukan perhitungan matang terhadap seluruh dinamika fiskal yang mungkin terjadi.
“Teman-teman media dan masyarakat tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat-marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa posisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat meskipun dihadapkan pada tekanan global. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus mendorong perubahan menuju sistem ekonomi yang lebih modern dan efisien.
“Di tengah dinamika global, Indonesia menunjukkan momentum menuju perilaku yang lebih modern dan efisien. Perekonomian tetap stabil, stok BBM aman, dan kebijakan fiskal tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung efisiensi tersebut, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan baru, termasuk transformasi digital dan sistem kerja fleksibel bagi ASN. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah Work From Home (WFH) selama satu hari dalam sepekan. Selain itu, pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas dan mendorong penggunaan transportasi publik.
Langkah efisiensi lainnya dilakukan melalui pengurangan anggaran perjalanan dinas, yakni hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan 70 persen untuk perjalanan luar daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa sektor-sektor penting seperti layanan publik, kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap beroperasi secara normal tanpa gangguan.
Selain itu, program prioritas seperti kompensasi energi tetap dijalankan guna menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang. (rls)
.png)

Berita Lainnya
Relaunching AMANAH Aceh akan Perkuat SDM Muda Lewat Program Teknologi dan Kreativitas
KM Kelud Jadi Pilihan GP Ansor Gelar Kongres XVI di Atas Laut
Becanda Bawa Bom, Penumpang Pesawat di Padang Diinterogasi Petugas
Survei Nasional Tegaskan Mayoritas Generasi Z Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Sandiaga Uno Berencana Berikan DAK bagi Desa Wisata dan Pelaku Seni Budaya
Warga Aceh Minta Ahok Audit Pertamina dan Berantas Mafia Tanah
Polisi Ungkap Peran Tiga Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Kalteng
Akses ke Monas Ditutup, Massa Reuni 212 Tertahan di Thamrin
Seluruh Provinsi Di Indonesia Terjangkit Corona
Pertamina dan Chevron Didesak Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Riau
Operator Bandara Minta Harga Rapid Test di Bawah Rp100 Ribu
Muhammadiyah dan PBNU Dukung KKB Papua Dilabeli Teroris