Masuk Tiga Besar, Ahmad Fadli Kian Diperhitungkan sebagai Kandidat Rektor UNRI


PEKANBARU,INDOVIZKA.COM-Hasil penjaringan bakal calon Rektor Universitas Riau (UNRI) periode 2026–2030 menghadirkan dinamika menarik. Selain Dr. Maxsasai Indra, S.H., M.H. yang meraih dukungan tertinggi dengan 29 suara, perhatian sivitas akademika juga tertuju kepada Prof. Ahmad Fadli, S.T., M.T., Ph.D. yang menempati posisi kedua dengan perolehan 13 suara.

Perolehan suara tersebut dinilai cukup mengejutkan. Sebelum proses penjaringan berlangsung, nama Ahmad Fadli tidak banyak diprediksi masuk dalam jajaran kandidat terkuat. Namun hasil pemungutan suara menunjukkan adanya pertimbangan lain dari anggota Senat di luar faktor popularitas.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menilai pilihan anggota Senat sangat mungkin didasarkan pada rekam jejak kepemimpinan dan kontribusi nyata yang telah diberikan kandidat selama mengabdi di Universitas Riau.

"Sangat mungkin anggota Senat tidak hanya melihat popularitas kandidat, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak kepemimpinan, pengalaman manajerial, integritas, dan kontribusi nyata yang telah diberikan kepada universitas," ujarnya.Sabtu(11/7/2026)

Selama berkiprah di Fakultas Teknik, Ahmad Fadli dikenal menginisiasi sejumlah program strategis. Saat menjabat Ketua Jurusan Teknik Kimia, ia berperan dalam pendirian Program Studi D3 Teknologi Pulp dan Kertas melalui kolaborasi dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Tanoto Foundation sebagai model pendidikan vokasi yang menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri.

Ketika dipercaya menjadi Dekan Fakultas Teknik, Ahmad Fadli juga mendorong pembangunan Gedung Petrochemical Center melalui kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan PT Kilang Pertamina Internasional. Selain itu, ia menggagas revitalisasi Kampus Universitas Riau di Dumai agar berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi yang mendukung kebutuhan tenaga kerja kawasan industri di Provinsi Riau.

Dosen Senior Universitas Riau yang juga Wakil Dekan III Fakultas Teknik, Ir. Yohanes, S.T., M.T., menilai rekam jejak menjadi salah satu indikator penting dalam memilih pemimpin perguruan tinggi.

"Rekam jejak merupakan bukti nyata yang dapat diukur, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan. Keberhasilan Prof. Ahmad Fadli meraih posisi kedua dapat dibaca sebagai salah satu indikasi bahwa sebagian anggota Senat memberikan perhatian terhadap capaian kepemimpinan yang telah dibangunnya," katanya.

Menjelang pemilihan akhir Rektor Universitas Riau yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026, perhatian sivitas akademika diperkirakan akan semakin tertuju pada kapasitas kepemimpinan, integritas, serta rekam jejak para kandidat. Hasil penjaringan ini menunjukkan bahwa dalam proses demokrasi akademik, pengalaman memimpin dan kontribusi nyata tetap menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pilihan anggota Senat.

 






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar