Dikecam Keras, Pasar Tradisional di Yulin Masih Jual Daging Anjing

Pasar Yuli Masih Jual Daging Anjing Foto: Humane Society International/AFP

JAKARTA - Meski menuai kecaman dari berbagai pihak, tapi masih banyak penjual daging anjing panggang dan mentah di pasar tradisional yang ada di pinggiran kota Yulin.

Menurut data yang ada negara China setiap tahunnya mengonsumsi lebih dari 10 juta anjing. Festival daging anjing di kota Yulin yang diselenggarakan di setiap bulan Juni juga mendapat kecaman yang keras dari organisasi pelindung hewan di seluruh dunia.

Selain itu pemerintah China juga sudah mengeluarkan anjing dari daftar hewan ternak dan mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan. Tapi ternyata itu semua tidak menghentikan penjual di pasar tradisional yang ada di Yulin untuk berhenti menjual daging anjing.

Dilansir dari The Sun (19/06), meski sudah mengeluarkan anjing dari hewan ternak tapi pemerintah Beijing belum melarang konsumsi daging anjing. Sehingga perdagangan daging anjing ini masih marak di pasar-pasar tradisional di China.

"Memperbolehkan masyarakat berkumpul untuk membeli atau memakan daging anjing di pasar yang ramai atau restoran bisa meningkatkan risiko kesehatan masyarakat yang berbahaya," jelas Dokter Peter Li selaku perwakilan dari organisasi Humane Society International.

Beberapa anggota pelindung hewan sempat terkejut ketika mereka berkunjung ke salah satu pasar tradisional di pinggiran kota Yulin. Dari video dan foto-foto yang mereka ambil diam-diam, mereka menemukan masih banyak orang yang menjual daging anjing dalam bentuk mentah atau sudah dipanggang.

Bahkan banyak penjual yang menggantung anjing utuh dengan darah berceceran di sana. Ternyata pasar yang satu ini memang terkenal dengan daging anjingnya.

"Saya tidak percaya orang-orang bisa memakan hewan menggemaskan seperti anjing," jelas Jenifer Chen salah satu anggota pelindung hewan yang berhasil menyelamatkan 10 ekor anjing di pasar itu.

"Tangan saya gemetar ketika mengeluarkan anak-anak anjing dari kandang itu. Anak anjing itu terus menjilati tangan saya, dia tidak tahu bahwa sebentar lagi ia akan menjadi potongan daging," lanjutnya.

Usai mengumpulkan bukti, Jenifer langsung menghubungi pihak berwenang di Yulin untuk menghentikan perdagangan daging anjing ini sesuai aturan dari pemerintah China tentang hewan ternak.

"Seperti yang pemerintah China jelaskan bahwa anjing merupakan hewan peliharaan bukan hewan ternak. Kota-kota seperti Yulin seharusnya menerapkan hal ini dan bukannya melanjutkan jualan daging anjing," kritik Jenifer.

Meski bukan makanan utama di China, tapi negara ini berada di posisi pertama dengan konsumsi daging anjing paling tinggi di dunia yang mencapai 97 ribu ton daging anjing setiap tahunnya.

Sebelumnya Shenzhen dan Zhuhai menjadi dua kota pertama di China yang melarang konsumsi daging anjing setelah pandemi Corona. Pemerintah China juga mengeluarkan kebijakan sementara untuk menghentikan semua perdagangan dan konsumsi daging hewan liar untuk mencegah virus Corona.






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar