Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kabar Gembira, 96 Persen Nakes di Riau Terpapar Covid-19 Sembuh
PEKANBARU - Sebanyak 96,2 persen dari 340 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau saat ini sudah sembuh, demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir.
"Artinya 327 orang tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19, sekarang sudah sembuh," kata dia dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Kamis (10/12/2020) dikutip dari antarariau.
Ratusan tenaga kesehatan yang terpapar virus corona jenis baru itu, merupakan kasus akumulatif pandemi COVID-19 sejak Maret 2020. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, kasus kematian akibat COVID-19 yang menimpa tenaga kesehatan ada enam orang atau setara 1,8 persen. Mayoritas yang meninggal adalah dokter dan perawat.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Tenaga kesehatan yang saat ini masih menjalani perawatan, tinggal tujuh orang atau setara 2,1 persen dari total kasus keseluruhan.
Kasus COVID-19 terhadap tenaga kesehatan di Riau mayoritas terjadi pada perawat di fasilitas kesehatan, jumlahnya mencapai 115 orang, sedangkan dokter 70 orang.
Mimi mengatakan tenaga kesehatan yang tidak secara langsung menangani pasien COVID-19 juga ada yang terpapar, di antaranya apoteker, supir ambulans, dan pegawai rumah sakit rujukan COVID-19.
Kasus COVID-19 di tenaga kesehatan paling banyak terjadi di Kota Pekanbaru, yakni mencapai 130 orang, Kabupaten Kampar ada 54 kasus, Kota Dumai 42 kasus, Indragiri Hulu 25 kasus, Siak 20 kasus, Bengkalis dan Rokan Hilir, masing-masing 19 kasus, Indragiri Hilir 11 kasus, Rokan Hulu 10 kasus, Pelalawan delapan kasus, serta Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti, masing-masing satu kasus.
Dirut RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dr Nuzelly Husnedi, MARS mengatakan penyebab tenaga kesehatan terpapar COVID-19 bermacam-macam. Penularan virus tidak hanya terjadi di lingkungan rumah sakit, melainkan juga bisa terjadi di luar fasilitas kesehatan tempat bekerja.
"Karena itu, saya rutin mengingatkan seluruh pegawai untuk selalu menganggap sudah tertular agar tidak sembarangan beraktivitas di luar rumah sakit. Tidak berkerumun dan disiplin menggunakan masker," katanya.
Salah satu pemicu penularan adalah faktor kelelahan (fatigue) yang menimpa tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien COVID-19. Jumlah pasien yang terus tinggi, telah mengakibatkan kelelahan fisik dan psikologis tenaga kesehatan yang memicu turunnya imun tubuh sehingga rentan terserang penyakit.
"Faktor fatigue nakes (tenaga kesehatan) kita coba tanggulangi dengan sistem sif pembagian jam kerja untuk mengantisipasi jumlah kasus yang tinggi," katanya. (*)
.png)

Berita Lainnya
Saat Minum Kopi Tak Boleh Konsumsi 3 Makanan Ini, Apa Saja?
Dinkes Inhil Imbau Masyarakat Kenali Gejala dan Pencegahannya
Plasma Darah Pasien Sembuh COVID-19 Diduga Berpotensi Jadi Obat Corona
Kasus DBD di Riau Meningkat Terbanyak di Pekanbaru, Ini Kata Kadiskes
Kasus HIV AIDS di Riau Meningkat, Didominasi Petani dan Nelayan
Capain Vaksin Polio di Riau Baru 58%
Survei Kemenkes Sebut Efektivitas Dua Dosis Sinovac Lebih 90 Persen
Dinkes Inhil Laksanakan Pertemuan Peningkatan Pengelola Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Bayi Meninggal Karena Positif Covid-19 di Inhil Diduga Tertular Klaster Magetan
13 Warga Inhil Terkonfirmasi Positif Covid-19 Hari Ini
Studi Baru Ungkap Vitamin D Terbukti Kurangi Keparahan Pasien Covid-19
Pasien Covid-19 Riau Bertambah 4, Gugus Tugas Tracing Kontak Kasus Mal Pekanbaru dan Kuansing