Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Prodi Kedokteran dan Prodi Teknik Informatika Universitas Abdurrab Raih Akreditasi B
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Pencapaian luar biasa kembali diraih Universitas Abdurrab. Prodi Kedokteran dan Prodi Teknik Informatika Universitas Abdurrab meraih akreditasi B.
Rabu (16/12/2020) Universitas Abdurrab (Univrab) mengelar syukuran yang dilaksanakan di Susiana Tabrani Convention Hall, Kampus 2 Universitas Abdurrab Jalan Bakti, Pekanbaru,
Acara tersebut turut dihadiri Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd, Ketua Yayasan dr Ivan Tabrani MKes, Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PHd, Wakil Rektor 1 Dr dr Syamsul Bahri SpOG dan Wakil Rektor III dr May Valzon MSc serta keluarga besar dan mitra Universitas Abdurrab.
Selain syukuran juga dilaksanakan pelantikan Dekan Fakultas Kedokteran Prof Dr dr Yanwirasti, Pakar Anatomi (Konsultan), Dekan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Isna Wardaniati SFarm MFarm Apt beserta jajaran oleh Rektor Univrab.
Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd mengungkapkan, lika-liku perjuangan terbesar di awal pendirian Prodi Kedokteran yang merupakan cita-cita ayahnya, Prof Tabrani Rab untuk menyelamatkan generasi Riau melalui pendidikan. Dimana Prodi Kedokteran Univrab menjajaki kerja sama dengan stakeholders terkait seperti rumah sakit, universitas lain dan pemerintah daerah.
"Alhamdulillah perjuangan dan cita-cita tersebut sudah ada hasilnya. Kami dipersamai profesional yang bergabung di institusi di bawah Yayasan Abdurrab. Insya Allah tahun depan kami akan membangun RS Pendidikan tipe D. Sarana dan prasarana kami siapkan termasuk Kampus 2 Universitas Abdurrab ini yang berada di kawasan Tabrani Islamic Center seluas 6,5 hektare," ucapnya.
Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PHd mengatakan hasil terakreditasi B Prodi Pendidikan Dokter dan Prodi Teknik Informatika merupakan prestasi yang sangat luar biasa. "Mari kita pertahankan dan lebih kita tingkatkan kedepan. Kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan beserta jajaran yang sudah dilantik semoga dapat bekerja sama dalam membesarkan dan memajukan Univrab.
Rektor menjelaskan, pemisahan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan merupakan strategi untuk lebih memperhatikan Fakultas Kedokteran sebagai unggulan. Selama ini Fakultas Kedokteran memiliki 9 prodi sehingga terlalu banyak dan besar yang harus diurus dekan. Setelah Prodi B ini pihaknya akan menuju akreditasi unggul ke depan.
"Universitas Abdurrab mau lulusan mahasiswa dan lulusan yang unggul namun juga dengan nilai-nilai rabbani, amanah dan beradab (RAB value). Yaitu menyiapkan dan mencetak manusia yang baik dengan menyiapkan lembaga yang unggul," paparnya.
Rektor memaparkan sudah banyak pencapaian dan pretasi gemilang yang diraih Univrab. 2020 Univrab naik ke peringkat 234 nasional dari 3.300 PTN/PTS se-Indonesia. Univrab meraih peringkat kedua terbaik di Provinsi Riau dari 68 PTS.
Peringkat keempat terbaik di LLDIKTI Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi dan Kepri). 2018 Univrab kinerja PKM tingkat nasional pada klaster kurang memuaskan dan 2019 kinerja PKM naik menjadi klaster memuaskan tingkat nasional. Begitu juga peringkat penelitian naik dari binaan menjadi madya. Kedepan peringkat penelitian diharapkan naik ke kelas mandiri.*
.png)

Berita Lainnya
Kades Diminta Segera Lakukan Perbaikan Data Usulan Penerima BLT
Din Syamsuddin Dituduh Radikal, Rizal Ramli: ITB Hasilkan Engineer Hebat, Kok Ada Alumni Berpikiran Cupet?
Golkar Desak Terbitkan PP Perlindungan WNI yang Jadi ABK
Dicerai Suami Berstatus PNS, Istri Bisa Tuntut Setengah Gaji
Kakorlantas Tegaskan Samsat Berbasis Digital Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Laporan Kekayaan Nugroho Dirut Telkomsel Tembus Rp84 Miliar, Berikut Rinciannya!
Pembangunan Ibu Kota Dimulai Tahun Ini, HUT RI 2024 Ditargetkan di Istana Baru
Wacana Pembuatan SIM, STNK dan BPKB Dikelola Kemenhub, Polri Bilang Ini
Abdul Wahid Pinta PLN Tuntaskan Persoalan Kelistrikan Tahun 2020
Pansel KPU Bawaslu Dikritik Tak Independen, Setneg: Sudah Sesuai Undang-Undang
Pelaku Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Diduga 2 Orang Naik Motor
Begini Alasan Sebenarnya Pembatasan Pembelian Solar Subsidi dan Pertalite