Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Ini Bocoran Hal Harus Dikuasai Peserta Tes CPNS 2021
JAKARTA (INDOVIZKA) - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ternyata tidak hanya menilai kecerdasan akademik semata, melainkan faktor lain seperti kecerdasan emosional. Setiap peserta seleksi CPNS Kementerian PAN-RB yang lolos pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan menjalani serangkaian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), di mana salah satunya adalah psikotes.
"Jadi tidak cukup hanya melihat proses atau kemampuan akademik semata, tetapi kita juga perlu melihat bagaimana kecerdasan emosinya, bagaimana dia membangun relasi," ujar Plt. Sekretaris Kementerian PAN-RB Rini Widyantini dikutip dari laman KemenPAN-RB, Senin (29/11).
Psikotes dilaksanakan sebagai bentuk pendalaman pada aspek psikologis dari setiap calon pegawai. Selain itu juga berguna untuk menggali potensi, sikap, dan kepribadian para pelamar. Dia mencontohkan, meski secara kemampuan akademik peserta sangat baik atau mumpuni, belum tentu dari sisi psikologisnya akan tepat jika bekerja di Kementerian PAN-RB nantinya.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Psikotes merupakan sebuah teknik bagaimana pihaknya melakukan penjaringan, tidak hanya dari aspek kompetensi, tapi juga dari aspek kematangan dan kesiapan seseorang secara mental, serta kemampuan beradaptasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebuah organisasi pada Kementerian PANRB. Tahap psikotes akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan di masing-masing unit kerja yang membuka formasi.
Selain psikotes, Rini juga menyampaikan pentingnya penguasaan bahasa asing salah satunya bahasa Inggris bagi CPNS. Bahasa Inggris menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki ASN, karena Indonesia memiliki hubungan dengan negara lain yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah.
“Kemampuan bahasa Inggris bagi CPNS itu menjadi suatu keharusan, dan menjadi salah satu persiapan birokrasi kita untuk tinggal landas menjadi world class bureaucracy,” katanya.
Berikan Kemampuan Terbaik
Pada kesempatan tersebut, Rini berharap agar para peserta tes CPNS dapat memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap tahapan seleksi. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang memiliki keinginan mengabdi untuk negeri namun belum mendapatkan kesempatan tersebut.
Para peserta yang telah berhasil sampai tahap sekarang harus dapat menunjukkan kemampuan dan membuktikan kelayakannya bekerja di Kementerian PANRB sebagai motor penggerak reformasi birokrasi.
Tahap psikotes ini diikuti oleh 175 peserta, setelah pada hari sebelumnya mengikuti tes substansi jabatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dan tes TOEFL. Selanjutnya para peserta akan menjalani wawancara dengan pimpinan unit kerja, serta praktik kerja.
.png)

Berita Lainnya
Jokowi Minta Airlangga dan Menaker Ida Revisi Kebijakan JHT
Tak Ada Cuti Bersama, Ini Jadwal Lengkap Libur Lebaran!
Enam Warga Riau yang Sudah Diobservasi Tetap Diawasi
GPI Polisikan Jhoni Allen dan Darmizal Atas Pelanggaran Prokes di KLB Sibolangit
Jokowi Beri Sinyal Mudik Kembali Dibatasi: Kalau Kasus Covid-19 Naik Lagi Kebangetan
Program MBG Investasi Strategis dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Nasional
MUI: Pemerintah Tegas Tutup Masjid, Tapi Tidak Tempat Berkumpul
Facebook Akuisisi Giphy Senilai Rp 6 Triliun
Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai, Orang Tua Wajib Ketahui Tanda KIPI
Mulai 1 Februari, Harga Rokok Resmi Naik 12,5 Persen, Ini Rinciannya
UU Cipta Kerja Kasih Perlakukan Khusus untuk Produk Halal
Relaunching AMANAH Disambut Luas, Dorong Pemuda Aceh Jadi Motor Ekonomi Kreatif