Pilihan
Selain Miras, Jokowi Buka Izin Investasi Navigasi Penerbangan
(INDOVIZKA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka izin investasi 20 sektor yang tadinya tertutup atau masuk daftar negatif investasi (DNI) menjadi terbuka, menyisakan hanya enam sektor yang masih ditutup rapat-rapat. Artinya, ada 14 sektor yang terbuka, baik untuk investor domestik maupun investor asing.
Selain industri minuman keras, Jokowi membuka investasi telekomunikasi atau sarana bantu navigasi pelayaran dan vessel traffic information system (VTIS). Kemudian, penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan, penyelenggaraan pengujian tipe kendaraan bermotor.
Lalu, penyelenggaraan dan pengoperasian terminal penumpang angkutan darat, penyelenggaraan dan pengoperasian penimbangan kendaraan bermotor, manajemen dan penyelenggaraan stasiun monitoring spektrum frekuensi radio dan orbit satelit, museum pemerintah, peninggalan sejarah dan purbakala.
Selanjutnya, industri minuman mengandung malt, pengangkatan benda berharga asal muatan kapal tenggelam. Lalu, industri pembuat chlor alkali dengan proses merkuri, dan industri bahan aktif pestisida.
Hal tersebut tertuang dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Sebelumnya, 20 bidang usaha tertutup tertuang dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan tujuan pembukaan bidang usaha tersebut untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pengembangan bidang usaha.
"Saya ingin sampaikan, bahwa dalam Perpres 44 Tahun 2016 DNI (Daftar Negatif Investasi) itu pada lampiran satu, daftar bidang usaha tertutup untuk penanaman modal di situ 20 bidang usaha, tapi sekarang sudah diturunkan tinggal enam," ujar Bahlil dalam konferensi pers Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dalam Kemudahan Berusaha, Rabu (24/2).
Untuk diketahui, bidang usaha yang tertutup adalah bidang usaha tertentu yang dilarang diusahakan sebagai kegiatan penanaman modal.
Dalam aturan baru, enam sektor yang tetap masuk dalam daftar bidang usaha tertutup, meliputi budi daya ganja atau industri narkoba, segala bentuk perjudian atau kasino.
Kemudian, penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix/Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
Selanjutnya, pengambilan atau pemanfaatan koral dari alam, industri bahan kimia sebagai senjata kimia, dan industri bahan kimia industri dan industri bahan perusak ozon.
.png)

Berita Lainnya
Said Aqil: Sila Kelima Pancasila Jauh Panggang dari Api
Besaran Gaji PPPK Lebih Besar dari PNS, Berikut Rinciannya
CPNS Polri 2021: Formasi dan Syaratnya
Riau Tidak Ada Peningkatan Kasus Covid-19 Sejak Presiden Bolehkan Buka Masker
Sejumlah Gubernur Desak Presiden Keluarkan Perppu Omnibus Law
2 Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna Corona, Rapid Test Digelar Ratusan Positif
Sosok Bripda Tazkia, Polwan Polda Kalteng Dipukul Anggota TNI
Menko Airlangga: Peningkatan Konsumsi Masyarakat Jadi PR Pemerintah
Virtual Police Resmi Beroperasi, Medsos Kini Dipantau Polisi
Kesepakatan Final MenPAN RB dan DPR RI, Tenaga Honorer Diangkat Menjadi PPPK 2024 Tanpa Terkecuali, Asal Bisa Penuhi Syarat Ini
Pedagang soal Penurunan Harga Minyak Goreng: Akal-Akalan Pemerintah
DPR Minta Pemerintah Tunda Sekolah Tatap Muka Januari 2021