Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kerumunan Warga di RSD Madani saat Antre Vaksinasi, Jangan Sampai Ada Klaster Baru
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Antrean masyarakat yang ingin melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani, Pekanbaru, Rabu (5/5/2021) terpantau membludak.
Tak hanya padat, masyarakat yang datang juga mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak adanya menjaga jarak dan berkerumun. Hal ini juga mendapatkan komentar dari anggota DPRD Pekanbaru.
"Kurang siapnya rumah sakit melaksakan vaksin yang mengakibatkan penumpukan masyarakat yang melanggar prokes, ini bisa menimbulkan klaster baru," kata Robin Eduar, Rabu (5/5/2021).
Akibat kerumunan ini, aparat kepolisian sampai turun tangan untuk mengurai kerumunan. Tentu dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru. Terlebih lagi saat ini Pekanbaru kembali ke dalam zona merah penyebaran Covid-19.
Sementara itu Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi yang ditemui INDOVIZKA.COM mengatakan dengan memiliki lahan yang luas seharusnya pihak RSD Madani bisa melakukan standarisasi antrean vaksinasi.
"Jangan sampai ada klaster vaksin, kacau nanti. Nanti akan saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan dan Direktur RSD Madani agar vaksinasi dilakukan dengan cara-cara yang benar," kata Ayat.
.png)

Berita Lainnya
Masyarakat Pelalawan Secara Umum Mendukung Penuh Satgas PKH Tertibkan Kawasan Hutan TNTN
Kapolres Inhil Wajibkan Anggota dan Masyarakat Terapkan Prokes
Ini Jadwal Penetapan Bupati Kuansing, Rohil, dan Meranti Terpilih
Panwascam Koto Kampar Hulu Tuntaskan Tes Wawancara PKD Pilihan Serentak 2024
Banjir Pangean Kuansing Rendam 12 Desa, Dua Desa Sempat Terisolir
Pemko Pekanbaru Anggarkan Perbaikan Jalan Dahlia Rp4 Miliar
Kepala Puskesmas Rambah Meninggal Dunia Usai Negatif Covid-19, Ini Pesan Terakhir Almarhum
Hadapi Inflasi Ramadan dan Idul Fitri, Ini Langkah Bank Indonesia
Ajak Siswa Sukses Belajar Online, Kominfo Gelar Webinar di Rokan Hilir
Jangan Nunggak PBB Jika Tidak Mau Rumah Ditempel Stiker Merah
Tinggal Handuk dan Sabun, Kakek di Rohil Diduga Diseret Buaya
OTT Sekcam Bina Widya Disorot DPR RI, Pangeran: Penerima dan Pemberi Harus Ditangkap