Pilihan
2022, Pembangunan Jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil Inhil Jadi Prioritas
INHIL, (INDOVIZKA) - Jembatan yang terendam air saat pasang naik di Parit 16 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir langsung direspon Pemerintah Kabupaten Inhil.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Inhil, jembatan yang sempat memakan korban mobil L300 yang membawa ratusan ayam terjatuh ke sungai itu akan menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2022 mendatang.
Sebab kondisi jembatan Parit 16 Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, sudah lama dikeluhkan masyarakat setempat. Kondisi jembatan yang memprihatinkan dan jauh dari standart keselamatan telah banyak memakan korban masyarakat yang melintasinya.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Terlebih saat banjir pasang, aktifitas masyarakat terganggu setelah jembatan di Parit 16 Desa Pulau Kecil terendam banjir pasang dalam.
"Insya Allah pada 2022 kita prioritaskan usulan pembangunannya jika didukung oleh anggaran yang memadai, baik untuk perencanaanya maupun untuk pembangunan fisiknya," kata Kepala Dinas PUPR Inhil, Umar, ST, MT, Selasa (26/10/21).
Umar menjelaskan, jembatan yang sempat ambruk pada maret 2021 tersebut, memiliki bentang jembatan 40,70 M dengan kerusakan bangunan bawah jembatan patah pada tiang jembatan, sehingga jembatan melengkung ke bawah.
Tidak heran, jika saat air pasang naik, jembatan tersebut tergenang air dan menjadi licin saat dilintasi. Sebab lantai jembatan yang terbuat dari kayu itu tertimbun lumpuh bekas air pasang.
Pihaknya sebelumnya telah melakukan upaya perbaikan dengan membuat jembatan darurat dan dibantu pihak masyarakat setempat.
Namun jembatan darurat yang dibangun tersebut untuk fungsional terutama bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, kendaraan roda empat tidak di sarankan melewati jembatan tersebut.
“Masyarakat setempat secara swadaya juga ikut membantu agar tetap bisa di lewati mobil, tentunya yang tidak bermuatan berat,” kata Umar.
Namun bagi kendaraan roda empat yang bermuatan berat harap melansir muatannya sebelum melewati jembatan tersebut. Sebab kondisi jembatan yang kontruksi nya terbuat dari kayu tidak kuat untuk menahan beban yang berat.
“Bersama masyarakat kita sudah membuat rambu – rambu peringatan berkaitan kondisi jembatan tersebut, agar melewati jembatan dengan berhati – hati demi keselamatan pengendara yang melewati jembatan,” ucap Umar.
Untuk perbaikan jangka pendek, menurutnya lagi, Bupati Inhil Inhil HM Wardan sudah menginstruksi DPUPR Inhil sebagai instasi teknis segera melakukan tindakan perbaikan.
"Mengingat keterbatasan anggaran yang di miliki saat ini, Bupati menyarankan menyampaikan permohonan agar berkoordinasi dengan pihak Provinsi Riau dalam hal ini Dinas PUPRPKPP Provinsi melalui UPT. WIL. IV, agar bisa membantu penanganan yang sifatnya mendesak untuk fungsional terlebih dahulu," katanya.
.png)

Berita Lainnya
Prihatin dengan Korban Lilitan AS Pompong, Bupati Minta BAZNas Tanggung Biaya Pengobatan Korban Siti Mardiah
Dinilai Komitmen Terhadap Kesetaraan Gander, Perempuan dan Anak, Bupati Inhil Terima Penghargaan APE
Bupati Inhil Terima Penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Madya
Silaturahim dan Buka Bersama, Bupati Inhil : Menggali Kelebihan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
UPT Puskesmas Sungai Iliran Buka Posko Skrining PTM Gratis
Gubri Harap Gerakan Pramuka Riau Semakin Maju
Pemkab Inhil Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Kebersamaan di Bulan Suci Ramadhan
Bupati Wardan Terima Kunjungan Silaturahim Fungsionaris PKB Inhil
Pemkab Inhil Bersama TNI dan Polri Terus Bersinergi Tangani Covid-19
Pastikan Pengerjaan Berjalan Baik, Bupati Tinjau Pembangunan RSUD Rupat Utara
Bupati Inhil Jadi Pembicara Dialog Nasional Perkelapaan
Bupati Sosialisakan Program Stunting Terintegrasi di Inhil