Pilihan
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat Lewat Program JKN-KIS, Ini Bentuk Komitmen Pemkab Kampar
BANGKINANG KOTA, (INDOVIZKA)- Pemerintah Kabupaten Kampar berkomintmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kampar.
Hal ini terungkap dalam rapat Forum Kemitraan Kabupaten Kampar yang dipimpin langsung oleh Asissten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar H Syamsul Bahri, bertempat di Ruang Rapat, Lantai III Kantor Bupati Kampar, Jalan Panglima Khotib, Bangkinang Kota, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Senin (01/11/2021).
Hasil rapat tersebut, juga merupakan tindaklanjuti dari hasil rapat Forum Kemitraan Semester 1 yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Rapat kedua ini, Forum Kemitraan kabupaten Kampar juga membahasan terkait peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN - KIS) beserta peningkatan mutu layanan kesehatan di kabupaten Kampar.
"Terkait dengan pembahasan pelayanan kesehatan melalui program JKN-KIS ini tentunya merupakan bentuk komit pemerintah kabupaten Kampar dalam peningkatan kesehatan masyarakat," ujar Syamsul Bahri yang mewakili Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto.
Ditegaskan Syamsul, bahwa setiap instansi terkait sebagai pemangku kepentingan dalam bidang jaminanan sosial kesehatan agar selalu berkomitmen dalam peningkatan keikutsertaan masyarakat dalam program JKN-KIS Kabupaten Kampar dan dukungan dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan sesuai dengan kewenangan dan fungsi masing masing lembaga/instansi," papar Syamsul yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar.
Dirinya menyampaikan bahwa terkait progres mencapai persamaan pemahaman tentang program jaminan kesehatan nasional, hal ini perlu menjalin kemitraan dengan pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan efektifitas pengelolaan fasilitas kesehatan.
"Dalam menghadapi kondisi sekarang ini, kita tentunya mengharapkan sinergi dan koordinasi dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam jaminan kesehatan kesehatan ini," ujarnya.
Terkait kendala-kendala yang ada di lapangan, lanjut Syamsul dengan melalui pertemuan Forum Kemitraan Semester II kabupaten Kampar ini. "Kita akan bersama-sama mencari solusi serta langkah strategis untuk meningkatkan progres dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di kabupaten Kampar kedepannya," sebutnya.
.png)

Berita Lainnya
Pilkades Serentak Pelalawan Diundur Oktober 2021, Ini Alasannya
Bulan Depan Mengaspal di Riau, Nissan Magnite Sudah Bisa Dipesan
Dua Pencuri Kerbau Dibekuk Polsek Lirik, Ini Kronologisnya
Ratusan Tenaga Kesehatan Belum Digaji, M Noer: Tanya ke Direkturnya
Mahasiswa Minta Jaksa Usut Dugaan Korupsi Eks Ketua DPRD Riau
Gubri Minta Agar Penerbangan Internasional di Bandara SSK II Segera Dibuka
Ketua BADKO HMI Sumbagteng Tegaskan Komitmen Kawal Persoalan Lahan dan Isu Strategis di Rokan Hulu
RDP Bahas Sampah, Komisi IV tak Puas Dengar Penjelasan DLHK Pekanbaru
Masyarakat Diimbau Tidak Keluar Kota Saat Libur Panjang Akhir Oktober
Sompo Expands Capabilities in Australia with New Team and Enhanced Strategic Focus
Bhabinkamtibmas Desa Sialang Panjang Ingatkan Jaga Kekompakan Antar Sesama Jelang Pemilu 2024
Pengurus DPC AMSI Resmi Dikukuhkan