Pilihan
Tangki di Kilang Cilacap Terbakar, Ahok Pastikan Operasional Normal
JAKARTA (INDOVIZKA) - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memastikan Kilang Cilacap RU IV beroperasi normal kendati salah satu tangkinya mengalami kebakaran. Ahok meneruskan laporan dari manajemen ihwal kondisi terkini tangki 36T102 yang dilalap api tersebut.
"Untuk operasi kilang tetap normal. Dilakukan transfer isi produk tangki 36T102 serta dilakukan penyekatan dan in-progress pemadaman," tulis laporan manajemen kepada Ahok, Sabtu, 13 November. Laporan itu diteruskan Ahok ke Tempo melalui pesan pendek.
Tangki 36T102 terbakar sekitar pukul 19.15 WIB pada Sabtu petang. Penyebab kebakaran sementara belum diketahui. Namun saat insiden terjadi, area kilang diguyur hujan lebat disertai petir.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Petugas, kata Ahok, sedang berupaya melakukan penanganan. "Sedang ditangani," katanya.
Pada saat kebakaran, tim di lapangan melaporkan bahwa tangki 36T102 berisi Pertalite. Tangki memiliki volume 31 ribu hingga maksimal 39 ribu dengan level 15,9-20 meter.
Berdasarkan laporan yang sama, petugas melakukan penyekatan api di sekitar tangki dan defensive fire fighting dengan truk pemadam kebakaran dan hydrant. Petugas telah menyiapkan offensive fire fighting dan melakukan pendinginan terhadap tangki sekitarnya dengan menyalakan water sprinkle.
Kebakaran tangki di Kilang Cilacap bukan kali ini terjadi. Pada Juni lalu, salah satu tangki yang berisi benzene milik PT Pertamina juga terbakar di sana.
Kilang Cilacap merupakan satu dari 6 kilang milik Pertamina dengan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari. Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.
Kilang tersebut juga bernilai strategis karena memasok 44 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional dan 75 persen kebutuhan bahan bakar di pulau Jawa. Selain itu, kilang Pertamina ini merupakan satu-satunya kilang di Tanah Air yang memproduksi aspal dan base oil.
.png)

Berita Lainnya
Kejati Tingkatkan Kasus Ambruknya Turap Danau Tajwid ke Penyidikan
5 Fakta RM dan RB Tersangka Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan
DPR Minta Polisi Antisipasi Pergerakan Terorisme dari Jawa ke Sumatera
Dua Calon Ketua Umum PWI Pusat Bertemu dan Bersepakat, Ini yang Mereka Bicarakan
Pemerintah Jamin Sinovac Aman Meski Belum Disertifikasi WHO
Sambangi Kantor PLN Riau-Kepri, Abdul Wahid Pastikan Elektrifikasi di Wilayah Pinggiran
Fakta-Fakta Harta Karun di Lumpur Lapindo, Benarkah Bernilai Tinggi?
Kemensos Kembali Cairkan Rp6,53 Triliun Bansos PKH Tahap II
Lampung Diguncang Gempa, Tak Potensi Tsunami
Ini 6 Istilah Baru Seputar Covid-19 dari Pemerintah
Siap-siap! 1,6 Juta PNS Bakal Dimutasi ke Desa
Prabowo Disebut ‘Hello Kitty’ Bukan Singa, Lantaran Lembek Sikapi Insiden Natuna