Pilihan
BPOM: Dalam Waktu Dekat Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinik
JAKARTA (INDOVIZKA) - Perkembangan produksi vaksin Merah Putih berjalan sesuai target. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito berharap dalam waktu dekat vaksin tersebut memulai tahapan uji klinik.
"Dalam waktu dekat kita harapkan untuk siap melangkah ke tahap uji klinik," ucap Penny dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11).
Penilaian tersebut muncul setelah Penny dan jajaran BPOM meninjau Fasilitas produksi Upstream-Downstream Vaksin Merah Putih di PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Penny mengatakan, peninjauan ini sekaligus mengawal pengembangan Vaksin Merah Putih yang dikembangkan bersama dengan peneliti dari Universitas Airlangga.
Selain itu, Penny juga menjelaskan kunjungan kali ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendampingan yang telah dilakukan Badan POM telah ditindaklanjuti PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia untuk mempersiapkan fasilitas produksi yang memenuhi dan menerapkan ketentuan internasional serta standar dan perayaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
"Kami mengapresiasi kerja sama dan segala upaya yang dilakukan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dalam penerapan CPOB secara penuh dalam rangka penjaminan mutu vaksin Covid-19,’" ucap Penny.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman memberikan apresiasi kepada Badan POM karena turut membantu pihak PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dalam memenuhi persyaratan yang ada.
Selain itu, hadir pula pada kunjungan tersebut Chairman PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, Wang Ming Liang; Komisaris Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, Osbal Saragi Rumahorbo; dan Peneliti Utama dari Universitas Airlangga, Fedik Abdul Rantam.
Sebelumnya, pada 18 Agustus lalu, Badan POM telah memberikan sertifikat CPOB kepada PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia untuk Fasilitas Fill and Finished vaksin COVID-19. Saat ini, PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dalam proses meraih sertifikasi CPOB Fasilitas Produksi Upstream- Downstream Vaksin Covid-19.
Lebih lanjut, Penny menyampaikan harapan dan keyakinannya bahwa PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia dapat secara konsisten memproduksi vaksin dengan mengedepankan jaminan terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu.
"Dengan begitu, kita dapat memenuhi kebutuhan vaksin nasional dan mampu memiliki daya saing. Tidak hanya dalam negeri, namun juga secara global," tutup Penny.
.png)

Berita Lainnya
Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang 500 Persen Lebih Menular
Tertular dari Suami, Positif Corona di Riau Naik Jadi 36 Kasus
Plasma Darah Pasien Sembuh COVID-19 Diduga Berpotensi Jadi Obat Corona
Beda dengan Pria, Ini Gejala Stroke pada Wanita
Status PPKM Turun, Ini Perlengkapan Wajib Saat Keluar Rumah
Dihari Kemerdekaan, Kasus Covid-19 di Riau Bertambah Hingga 820 Orang
Guna Meningkatkan Layanan Kesehatan Lansia, Puskesmas Tembilahan Kota Rutin Kunjungi Pondok Bhakti Lansia
Dinkes Inhil Gelar Pertemuan Orientasi Penggunaan Panduan Praktis untuk Caregiver Informal
Bio Farma Pastikan Harga Vaksin Corona Kisaran Rp 200 Ribu
Peneliti Temukan Flu Babi Jenis Baru yang Bisa Jadi Pandemi
129.296 Bayi di Riau Ditargetkan Dapat Vaksin Diare
Tim Penegakan Disiplin Covid-19 Awasi Ketat Pelabuhan Pelindo Tembilahan