Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Kronologi Pembunuhan Anak Kandung Diawali Tendangan pada Alat Vital
JAKARTA (INDOVIZKA) - Tindakan pasangan suami istri di Kabupaten Musi Banyuasin, Aan Aprizal (33) dan Samsidar (21), sangat kejam karena membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia 11 tahun inisial AP. Pemicunya pun terbilang sepele, hanya karena korban yang menderita autis buang air besar (BAB) sembarangan.
Kepada polisi, tersangka Samsidar mengaku orang yang pertama kali menganiaya korban. Dia kesal melihat anak laki-lakinya itu BAB bukan pada tempatnya pada Rabu (24/11) malam. Lantas tersangka menendang alat vital korban untuk meluapkan emosinya. Tendangan tak hanya sekali saja, melainkan berkali-kali yang membuat korban meringis kesakitan.
Seperti kerasukan setan, tersangka kembali menganiaya korban. Dia mengambil gayung dan memukulkannya ke badan korban, juga berkali-kali. Mendengar teriakan korban yang kesakitan, ayahnya Aan mendekat. Bukannya melerai dan menyelamatkan korban dari amukan ibunya, tersangka Aan justru ikut melakukan kekerasan.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Tersangka memukul selang plastik sepanjang 1,35 meter ke punggung korban. Tersangka berdalih pukulan hanya sebanyak dua kali. Namun pukulan itu meninggalkan memar cukup parah di tubuh korban.
Tersangka Samsidar ternyata belum puas. Dia lagi-lagi memukuli korban dengan gayung, kali ini kepala menjadi sasaran. Korban akhirnya tak sadarkan diri.
Warga yang curiga mendatangi lokasi dan menemukan korban tergeletak di lantai. Sementara kedua pelaku sudah meninggalkan tempat dan belakangan diringkus polisi dalam persembunyian di rumah orang tuanya yang juga sekampung di Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Warga membawa korban untuk mendapat perawatan medis di puskesmas. Tak lama dirawat, korban menghembuskan napas terakhirnya.
Kapolres Musi Banyuasin AKBP Alamsyah Palupessy, kedua tersangka mengakui semua perbuatannya. Tersangka Aan memukul punggung menggunakan selang air, sedangkan istrinya menendang alat vital dan memukul badan serta kepala korban menggunakan gayung.
"Permasalahannya karena korban BAB sembarangan, kedua tersangka kesal," ungkap Alamsyah, Jumat (26/11).
Dikatakan, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, seperti tetangga untuk mengetahui perilaku kedua tersangka terhadap korban sehari-hari. Sebab muncul dugaan kekerasan itu telah berulang kali terjadi.
"Masih dalam pengembangan oleh penyidik, para tersangka masih diperiksa dan keterangan saksi digali," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Pelaku Rencanakan Teror Rumah Muspidauan dan M Nasir Panyalai di Kantor LAM Pekanbaru
Komnas Perempuan Sebut Banyak Kekerasan Seksual di Kampus Tak Dilaporkan
Oknum Mahasiswa Pelaku Curanmor di Kampus Unri Ditangkap Polisi
Diduga Teroris, Seorang Wanita Bersenjata Api Ditembak Mati di Mabes Polri
Polres Pelalawan Ringkus Begal Sadis Bermodus Pura-pura Minta Bantuan
Jadi Saksi Ahli Pidana Dalam Sidang Aldiko Putra. Erdiansyah: Tidak Ada Pidana Tanpa Undang-undang
Terinspirasi Lakukan Penipuan dan Penggelapan Dari Sinetron, Pasutri Ditangkap Polisi
Diduga Jual Sabu, Seorang IRT di Inhil Diamankan Polsek Kempas
Di Persidangan, Habib Rizieq Pertanyakan Mudik Dilarang Tapi WNA India Dibiarkan Masuk Indonesia
Pasutri Pengedar Narkoba Diringkus Polisi
Mia Amiati: Mohon Doa Agar Jalankan Amanah dengan Baik
Dugaan Korupsi Anggaran Publikasi Media, Tiga Eks Sekwan di Rohil Masuk Jeruji Besi