Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kisah Ibu dan Empat Anak yang Terpisah saat Erupsi Gunung Semeru
JAKARTA (INDOVIZKA) - Lasimin tak berhenti mengucap syukur. Hatinya lega setelah mendengar kabar empat anaknya selamat dari erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (4/12).
"Saya dikabari kalau Semeru katanya meletus. Saya bingung karena keluarga di rumah," ujarnya saat ditemui di salah satu pos kamling tidak jauh dari Kampung Renteng di Lumajang, Minggu (5/12) sore. Dilansir Antara.
Dia berbagi cerita. Pada Sabtu (4/12) sore, dia tidak ada di rumah karena sedang ada kegiatan. Tapi keluarganya ada di tempat tinggal yang berlokasi di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Asap tebal keluar dan mendadak cuaca menjadi gelap gulita. Lasimin mencoba berusaha mendapat kabar keberadaan anak-anaknya.
"Alhamdulillah, akhirnya saya dapat kabar kalau mereka baik-baik saja. Tapi, mereka ada di tempat-tempat pengungsian berbeda. Tidak apa-apa, yang penting semuanya selamat," ucapnya.
Sampai saat ini, Lasimin dan keluarga belum bisa kembali ke rumah. Karena akses jalan di perkampungan tempat tinggalnya tertimbun abu dan material lainnya.
"Rumah saya tidak tertimbun, tapi tidak bisa ke sana karena banyak material. Makanya barang-barang yang tersisa tidak bisa diamankan dulu," katanya.
Kampung Renteng menjadi lokasi paling terdampak karena puluhan rumah tertimbun abu material dan awan panas guguran hingga menyebabkan beberapa warga dinyatakan hilang.
Di lokasi tersebut juga ditemukan sejumlah hewan ternak mati, lalu ditemukan juga dua unit truk yang terjebak tebalnya abu material dan membuat pengemudinya terpaksa naik ke atap rumah untuk menghindari awan panas guguran.
Sementara itu, beberapa warga lainnya masih sempat menyelamatkan barang-barang yang tertinggal di rumah. Mereka ada yang membawa kasur, meja, kursi, televisi dan berbagai perabotan rumah tangga lainnya.
Pada Sabtu (4/12) sore, Gunung Semeru mengeluarkan asap panas dan menimbulkan hujan abu ke daerah di sekitarnya. Warga yang tinggal di perkampungan di sekitar gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu mengungsi untuk menghindari dampak guguran awan panas.
.png)

Berita Lainnya
Cegah Bentrok, Polisi akan Tertibkan Simbol dan Fasilitas Ormas
SBY Mengidap Kanker Prostat Stadium Awal, Rencana Berobat ke Luar Negeri
Tok! Pemerintah-DPR Sepakat Hapus Tenaga Honorer
Begini Alasan Sebenarnya Pembatasan Pembelian Solar Subsidi dan Pertalite
Jokowi Minta Airlangga dan Menaker Ida Revisi Kebijakan JHT
OJK Prediksi Laju Ekonomi Kuartal IV 2020 Minus 2 Persen
Dinding Rumah Warga Langgam Retak, Sumur Mengering dan Makam Ambrol
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada 13 Mei 2021
Telkomsel Dukung Kelancaran Komunikasi Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ-182
Polisi akan Periksa Dirut Pertamina atas Laporan Dugaan Praktik Mafia Tanah Rp244 M
PNS ke Luar Kota Saat Libur Imlek Bisa Dikenakan Sanksi
BPOM Ungkap 71,4 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Efek Samping