Pilihan
Angkasa Pura I Target Kerugian di 2022 Bisa Ditekan Jadi Rp601 Miliar
JAKARTA (INDOVIZKA) - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I memproyeksikan angka kerugian di 2022 mendatang bisa ditekan menjadi Rp601 miliar. Saat ini, perusahaan pengelola bandara ini merugi Rp3,24 triliun
"Diproyeksikan tahun depan kami masih akan rugi, tapi kerugian itu sudah jauh lebih menurun dibandingkan kerugian di 2021," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, dalam konferensi pers, (8/12).
Meski masih akan mencatatkan kerugian di tahun depan, namun ada perbaikan dari sisi arus kas operasi dari estimasi di 2021 minus Rp1,10 triliun, diproyeksi menjadi positif sebesar Rp1,15 triliun di 2022.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Begitu pula pada EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) dari estimasi di 2021 minus Rp 297 miliar, diprediksi membaik menjadi positif sebesar Rp1,56 triliun di 2022.
Sementara untuk pendapatan, AP I memperkirakan di tahun depan bisa mencapai Rp4,86 triliun, naik dari estimasi di 2021 yang sebesar Rp3,20 triliun. Beban operasional pun diperkirakan turun menjadi Rp2,46 triliun di 2022 dari estimasi di 2021 sebesar Rp6,44 triliun.
Perbaikan kinerja di tahun depan akan didorong restrukturisasi atau program penyehatan keuangan perseroan yang dilakukan sepanjang 2020-2021. Ada 5 hal yang dilakukan AP I yakni restrukturisasi keuangan, restrukturisasi operasional, penjaminan dan fundraising, transformasi bisnis, dan optimalisasi aset.
Bidik Cash Flow Rp1,15 Triliun
Sebelumnya, meski tercatat utang, pihaknya optimis bisa membalikkan keadaan pada tahun depan. Perseroan bahkan telah membidik cash flow sebesar Rp1,15 triliun.
Untuk mencapai target tersebut, AP I memutar otak. Saat ini manajemen telah berupaya melakukan program penyehatan melalui restrukturisasi. Setidaknya ada lima hal disasar.
Pertama restrukturisasi meliputi financial, operasional penjaminan, fund raising, transformasi bisnis, dan optimalisasi aset. "Dengan serangkaian lima program tersebut, maka kita memproyeksikan di tahun 2022 saya sangat optimis cash flow AP 1 diproyeksikan akan positif," jelas dia
.png)

Berita Lainnya
MUI Haramkan Kripto Sebagai Mata Uang, Ini Tanggapan Indodax
Perum Bulog Tembilahan Gelar Operasi Pasar Murah
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah
Hari ini Minyak Goreng Harga Rp11.500 Mulai Berlaku
Ditjen Pajak Pastikan Pengenaan PPN Tidak untuk Sembako di Pasar Tradisional
Pemerintah akan Berlakukan HET Minyak Goreng Rp14.000 Mulai Februari 2022
Harga Bawang Merah dan Wortel Terus Meroket
Baznas Inhil Akan Laksanakan Bimbingan Keagamaan Kepada Peserta Pelatihan Penguatan Ekonomi Mustahik
5 Warganya Positif Covid-19, Pasar di Kecamatan Enok Ditutup
Anda Ingin Memiliki Uang Baru Pecahan Rp75.000? Begini Caranya
Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 9,74 Persen hingga Akhir September
Realisasi Stimulus Listrik Rp 9,42 T Dinikmati 31,94 Juta Pelanggan PLN