Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kemensos Pastikan Kebutuhan Pangan Pengungsi Semeru Terpenuhi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Kementerian Sosial memastikan semua kebutuhan permakanan pengungsi bencana awan panas guguran Gunung Semeru dapat terpenuhi untuk merespon permohonan warga yang membutuhkan bantuan permakanan di lokasi pengungsian Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Semua bantuan permakanan menggunakan dan ditopang oleh APBN yang diperuntukkan bagi pengungsi dan warga yang terdampak bencana Gunung Semeru," kata Sekretaris Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Robben Rico di Lumajang, Kamis (9/12).
Untuk sebaran pengungsi, lanjut dia, ada yang berada di rumah keluarga dan sekolah, namun dipastikan Kementerian Sosial memberikan pelayanan terhadap semua warga sekitar yang terdampak meningkatnya aktivitas Gunung Semeru.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Tidak betul kalau ada warga minta bantuan permakanan tidak dikasih, misalnya untuk di Desa Sumberwuluh tercatat sebanyak 7.800 nasi bungkus dan Desa Jarit sebanyak 2.000 nasi bungkus dalam sehari, tentu yang sudah terdaftar," tuturnya.
Ia mengatakan bagi warga yang sudah terdata dipastikan dikirimkan permakanan, tapi bagi komunitas warga yang meminta di luar yang sudah didata juga tetap diberikan.
"Misalnya ada komunitas warga yang meminta permakanan 20 bungkus nasi tentu saja diberikan dan yang seperti itu datanya tidak tetap, sehingga setiap harinya tidak sama. Artinya bisa turun-naik," katanya.
Robben Rico menyempatkan diri untuk meninjau langsung tenda-tenda yang didirikan oleh Kemensos yang di dalamnya terdapat bilik-bilik bagi yang berkeluarga dan tenda yang terbuka bagi warga.
"Saya juga menemani pendongeng bagi anak-anak untuk menghilangkan trauma dan meninjau dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana)," ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
ASN, TNI-Polri hingga Karyawan Swasta Dilarang Cuti saat Libur Tahun Baru dan Natal
Menhub Jelaskan Kronologi Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak
Draft RUU KUHP Terbaru, Hina Presiden di Medsos Terancam 4,5 Tahun Bui
BKN: SK Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Terbit 1 Januari 2021
Kakek Hanya Kerja di Sawah DInyatakan Positif Covid-19
Pemerintah Usul Biaya Haji 2022 Sebesar Rp45 Juta
Ternyata Begini Cara Kerja Pinjol Ilegal Sebar SMS Tagihan dan Penawaran
14 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Gugat Boeing, Tuntut Ganti Rugi
Begini Prosedur Terbaru dan Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah di BPN
Jemaah Haji Asal Riau Meninggal Dunia di Makkah Bertembah Jadi 4 Orang
Airlangga: Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Harus Beriorientasi Aksi dan Bisa Diimplementasikan
Ketum PMRI Jakarta: Dukung Pemerintah Rohil, Jangan Terprovokasi Oknum Pemecah Belah