Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Vaksinasi Covid-19 Mampu Proteksi Keparahan Akibat Omicron
JAKARTA (INDOVIZKA) - Vaksinasi Covid-19 diyakini efektif memproteksi tingkat keparahan maupun mortalitas akibat varian Omicron. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa varian Omicron mempengaruhi efektivitas vaksin Covid-19.
Demikian dikatakan Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Gunadi. "Varian ini memang mempengaruhi efektivitas vaksin Covid-19. Hal itu berdasarkan technical brief dari WHO. Akan tetapi bisa untuk proteksi dari keparahan dan mortalitas akibat Covid-19," ujar Gunadi dalam diskusi di Jakarta, Selasa (14/12).
Ia memberi contoh soal varian Delta yang mempengaruhi efektivitas vaksin covid-19 namun, masih ampuh mengurangi tingkat keparahan dibandingkan mereka yang tidak mendapat vaksinasi.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Terkait vaksinasi tambahan atau booster bagi masyarakat yang mendapat vaksin kedua, Gunadi mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu keniscayaan.
"Untuk booster sejumlah negara sudah memulainya, seperti di Inggris. Sama halnya seperti vaksinasi influenza, yang mana di negara lain seperti negara tetangga kita diberikan setiap tahun," terang dia.
Dia menambahkan ada dua hal yang perlu dilakukan dalam menghadapi varian Omicron tersebut, yakni vaksinasi dosis lengkap dan juga mematuhi protokol kesehatan.
Pemerintah melaksanakan kick off vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun secara serentak di tiga provinsi yang telah memenuhi cakupan vaksinasi tinggi dengan jumlah sasaran sekitar 26,5 juta anak. Kick off dilaksanakan di tiga provinsi diantaranya SDN 03 Cempaka Putih, DKI Jakarta, dengan sasaran 175 siswa, SDN 01 Depok, Jawa Barat, dengan jumlah sasaran 400 siswa, dan SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Banten, dengan sasaran 600 siswa.
.png)

Berita Lainnya
Kadinkes Inhil Hadiri Peresmian Gedung Baru UPT Puskesmas Pelangiran
Hobi Rebahan dan Jarang Keluar Rumah? Ketahui Dampaknya bagi Kesehatan
Lab Biomolekular RSUD Arifin Achmad Periksa 1.317 Sampel Per Hari
dr Indra Yovi Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes
Ini Syarat Jika Ingin Bepergian ke Luar Kota Saat New Normal
Dua Warga Siak PDP COVID-19 Usai Dari Malaysia Dan Bandung
30 Puskesmas se-Inhil Hadiri Pertemuan Koordinasi SISRUTE
129.296 Bayi di Riau Ditargetkan Dapat Vaksin Diare
Puskesmas Kotabaru Maksimalkan Upaya Penanganan Covid-19 di Keritang
Pasien PDP dari GAS Inhil Meninggal Dunia, Jenazah Dimakamkan di Sungai Beringin
Hingga 2024, Kasus Stunting di Kecamatan Sungai Batang Terus Meningkat
Plasma Darah Pasien Sembuh COVID-19 Diduga Berpotensi Jadi Obat Corona