Pilihan
Antisipasi Virus Corona, Bandara SSK II Pekanbaru Pasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh
INDOVIZKA.COM - Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru memperketat pelayanan untuk mengantisipasi virus korona yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.
Kordinator bandara, Albert Jenson mengatakan, pihaknya memasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh atau thermal scanner di area kedatangan penumpang internasional.
Selain itu bandara juga menyiagakan beberapa personel untuk mengantisipasi masuknya virus korona.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada laporan masuknya virus tersebut ke wilayah kita, dan hal ini juga disampaikan oleh dinas kesehatan setempat," ujarnya.
Albet juga menyebut, meskipun bandara SSK II tidak ada melayani penerbangan, atau kedatangan langsung ke cina, namun pihaknya tetap mewaspadai kedatangan penumpang dari negara lainnya, baik dari Malaysia ataupun Singapura.
"Virus ini kan menyebar, dan kita tidak mau kecolongan," pungkasnya.
Untuk diketahui Virus Corona atau coronavirus menjadi masalah kesehatan global sejak awal tahun 2020. Virus ini berawal dari sebuah kota di China, Wuhan.
Berikut rangkuman fakta-fakta terkait virus tersebut, sebagaimana dilansir dari Cnnindonesia.com:
Pusat penyebaran
Wuhan, salah satu kota di China tiba-tiba diserang virus misterius. Virus ini mulai menyerang kota tersebut dengan wabah yang diduga menyerupai pneumonia China.
Wabah pneumonia Wuhan berat ini pertama kali ditemukan di Wuhan pada Minggu (5/1), ketika 59 orang yang tinggal di dekat pasar ikan di kota itu mengalami gejala seperti pneumonia.
Berbagai imbauan terkait pencegahan untuk mengatasi masalah tersebut pun dilakukan. Salah satunya dengan menutup pasar ikan Wuhan pada 1 Januari 2020. Selain itu, imbauan untuk menjauhi pasar ikan dan kontak langsung dengan pasien juga dicegah.
Penyebab
Selain dugaan menyebabkan pneumonia, China juga sempat khawatir akan bangkitnya SARS.
Ada kekhawatiran penyakit ini akan memicu kebangkitan penyakit SARS yang menular. Penyakit ini mendorong pihak berwenang di banyak negara untuk mengambil tindakan pencegahan termasuk meningkatkan disinfeksi kereta dan pesawat terbang dan pemeriksaan penumpang.
Namun dalam perkembangannya, China percaya kalau wabah pneumonia China misterius yang menyerang 59 orang ini disebabkan oleh jenis virus baru dari keluarga yang sama dengan SARS. Penyakit ini pernah menewaskan ratusan orang lebih dari satu dekade lalu.
Ilmuwan Xia Jianguo mengatakan kepada kantor berita resmi Xinhua bahwa para ahli sebelumnya sudah mengatakan kalau virus corona adalah biang kerok wabah tersebut.
"Sebanyak 15 hasil, sudah positif dari tipe baru corona virus sudah terdeteksi di laboratorium melalui tes pada sampel darah yang terinfeksi dan usap tenggorokan," kata Xu.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi penemuan awal virus corona baru tersebut dalam sebuah pernyataan. Nama teknis coronavirus ini adalah 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV).
.png)

Berita Lainnya
DPR Usulkan PPPK Bisa Jadi Kepsek Hingga Kadis, SNWI Riau Sebut Ini
Ditargetkan Selesai Akhir 2021, Pembangunan Islamic Center Pekanbaru Habiskan Anggaran Rp100 Miliar
Gubernur Riau Kecewa, Masih Banyak Warga Miskin Belum Mendapatkan Pelayanan Kesehatan BPJS
PT Musim Mas Bangun Tiga Ruang Kelas TK di Pesaguan, DPRD Apresiasi Komitmen CSR untuk Pendidikan
Pramuka Tembilahan Hulu Juara Umum LT III Kwarcab Inhil 2023
HIPMAWAN Nilai Audiensi dengan Pemerintah, Kepolisian, dan PT Arara Abadi Tidak Berpihak pada Masyarakat
Dandim 0321 Rohil dan Kapolres Cek Kesiapan Pengamanan di Gereja
H Syamsurizal Awi Lepas Keberangkatan Kontingen Porprov Inhil ke Kuansing
Geruduk DPRD Riau, Mahasiswa Umri Tuntut Cipta Kerja Dicabut
Rapim DPP Hiptasi Putuskan 9 November 2022 Musda DPD Riau
DPRD Ingatkan Jangan Ada Kerumunan Massal pada Vaksinasi Covid-19
Seorang Wanita Ditemukan Tewas Tergantung di Kos-kosan