Pilihan
Edy Rahmayadi Jewer dan Usir Pelatih Biliar Sumut karena Tidak Tepuk Tangan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Sebuah video yang menunjukkan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, menjewer dan mengusir pelatih biliar, Khoiruddin Aritonang alias Coki, Senin (27/12), viral di media sosial. Video itu direkam saat Edy memberikan kata sambutan dalam acara penyerahan bonus atlet dan pelatih berprestasi yang bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.
Dalam sambutannya Edy di Rumah Dinas Gubernur Sumut meminta para atlet di Sumut untuk meningkatkan prestasinya terutama menjelang PON 2024 yang rencananya digelar di Sumut dan Aceh. Pada satu kesempatan seluruh hadirin bertepuk tangan ketika Edy menyampaikan motivasi. Namun, hal itu tidak dilakukan Coki untuk bertepuk tangan. Edy pun langsung menyuruh Coki untuk naik ke podium.
"Yang pakai kupluk itu siapa? Kenapa enggak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih ini," kata Edy.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Saat itu juga Edy menjewer telinga pelatih biliar tersebut. Bukan hanya itu Edy juga mengusirnya keluar ruangan. Coki pun berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Kau langsung keluar, tak usah lagi di sini. Ketua KONI, yang tak pantas tak usah (lagi dipakai)," ujar Edy.
Sementara itu, Coki memberikan respons terkait dirinya yang dijewer dan diusir oleh Edy.
"Aku pun bingung kenapa dipanggil dia (Gubernur), sampai di atas (podium) pertanyaan kenapa kamu tidak tepuk tangan saat saya berbicara. Aku bingung apa yang harus tepuk tangan," katanya kepada wartawan, Selasa (28/12).
Coki juga heran mengapa setiap hadirin yang hadir dalam acara itu diwajibkan untuk tepuk tangan saat Edy memberikan motivasi. Padahal, kata Coki, apa yang disampaikan Edy merupakan hal biasa saja.
"Bukan ada program spektakuler dia lakukan dan bicara di situ. Jika ada program spektakuler yang dimunculkan aku tidak tepuk tangan (baru) wajar tersinggung," ujarnya.
Coki juga membantah terkait narasi yang menyebutkan dirinya tertidur sehingga membuatnya disuruh untuk naik ke podium.
"Enggak ada aku tertidur, sumpah demi Allah enggak tertidur. Aku dengarkan dia (Gubernur Edy) bercakap pun lagi. Diberitakan tertidur dan diusir, itu tidak benar. Sadis kali fitnahnya," ungkapnya.
Coki pun menyesalkan sikap yang telah dilakukan Edy terhadapnya. Seharusnya orang nomor satu di Sumut itu mampu menunjukkan dirinya sebagai panutan.
"Jangan seperti itu. Kita sudah paham tipikalnya, baru kali ini lihat pemimpin orang tidak tepuk tangan (saat) dia cakap, malah marah. Aku keluar karena dimakinya. Tidak enak juga dia dipermalukan di depan umum. Kita menjaga dia orang tua kita. Ya sudah lah, tidak usah seperti ini," pungkas Coki.
.png)

Berita Lainnya
Pensiunan PNS Bisa Hidup Tenang Terima Rp 1 M?
Gugatan Hasil Pilpres 2024 Ditolak MK, Begini Respons Tim Hukum Anies
Banyak Daerah Belum Siap, Sekolah Tatap Muka Tidak Diwajibkan
Abdul Wahid Sebut RUU Provinsi Riau Merupakan Otonomi Khusus Bagi Riau
Jalani Pemeriksaan, Habib Rizieq Shihab Tiba di Polda Metro Jaya
Airlangga Ungkap Gambaran Ekonomi RI Mulai Pulih: Polanya V-Shape
Bappenas: Presiden Ditargetkan Pindah ke Ibu Kota Baru Pada Agustus 2024
Kiamat PNS Mendekat, Pegawai Bisa Diganti Robot?
1.700 Usaha Dibuka untuk Gairahkan Investasi
Ribuan Anggota GP Ansor dan Banser Gelar Apel Kebangsaan
Sekolah Rakyat di Papua Perluas Akses Pendidikan dan Percepat Pengentasan Kemiskinan
Soal Penanganan Pandemi, Airlangga: Saatnya Berpihak kepada Rakyat