Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Waspada! Ini Tanda-tanda Orang Terpapar Omicron
JAKARTA, (INDOVIZKA) - Kementerian Kesehatan telah mendeteksi 47 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Rinciannya, 46 kasus merupakan imported case atau kasus impor, satu lainnya transmisi lokal.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan dari total kasus Omicron di Tanah Air, hanya tiga bergejala ringan. Sementara sisanya tanpa gejala.
"Hanya tiga dari kasus Omicron yang positif bergejala, dan gejalanya sangat ringan," katanya dalam dialog virtual dikutip merdeka.com, Selasa (28/12/2021).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Data sementara, keluhan utama pada pasien Omicron hanya batuk, pilek, dan sedikit demam. Meski gejalanya ringan, Nadia meminta masyarakat mewaspadai penularan Omicron yang sangat cepat.
"Kita tahu, kemampuan mendouble kasus itu hanya hitungan 2 sampai 3 hari untuk Omicron. Sementara kalau Delta butuh waktu antara 10-14 hari," jelasnya.
Sebagai informasi, kasus transmisi lokal Omicron pertama merupakan warga Medan, Sumatera Utara. Dia tiba di Jakarta bersama sang istri pada 6 Desember 2021. Sebelum meninggalkan Medan, pasien menjalani tes Covid-19. Hasilnya negatif Covid-19.
Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan keluar negeri dalam beberapa bulan terakhir. Pasien juga tidak melakukan kontak dengan pelaku perjalanan luar negeri.
Pada 17 Desember 2021, pasien sempat mengunjungi salah satu restoran di SCBD (Sudirman Central Business District). Kemudian pada 19 Desember 2021, dia melakukan tes antigen. Hasilnya positif Covid-19.
Pasien tersebut melakukan tes antigen untuk keperluan perjalanan pulang ke Medan. Pada 20 Desember 2021, pasien menjalani tes PCR, hasilnya positif Covid-19.
Sampel pasien kemudian dilanjutkan dengan Whole Genome Sequencing (WGS) di laboratorium GSI (Genomik Solidaritas Indonesia). Pada 26 Desember 2021, hasil WGS menunjukkan positif Omicron.
Meski terpapar Omicron, pasien tidak memiliki gejala. Saat ini, pasien menjalani isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso. (*)
.png)

Berita Lainnya
Buruan Daftar! Pemerintah Kembali Salurkan BLT UMKM untuk 3 Juta Penerima, Begini Caranya
Demo Hari Ini, Buruh Ancam Mogok Kerja Massal
Kontribusi PMRJ, Komjen Pol Gatot Edy Bagikan 3000 Alquran
Pemda dan Sekolah Dilarang Wajibkan Peserta Didik Gunakan Seragam Kekhususan Agama
Airlangga Hartarto Instruksikan Kader Golkar Kawal Program Vaksinasi Pemerintah
Pansus DPRD Riau Terima 33 Laporan Konflik Lahan
Vaksinasi dan Literasi
Satu Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap, Selasa Depan HRS Pindah Rutan
Komisi Kejaksaan Berikan 7 Rekomendasi untuk Revisi UU Kejaksaan
Polisi Ungkap Alasan KKB Bakar Sekolah di Oksibil
Kemenkes Ungkap Dua Kondisi Tak Bisa Divaksinasi saat Puasa
PLN Dapat Suntikan Modal dari Jokowi Rp 4,2 T