Pilihan
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK
JAKARTA (INDOVIZKA) - Ismail Marzuki melaporkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dilaporkan atas dugaan menerima gratifikasi pembangunan bronjong atau tanggul penahan air sungai di Taman Edukasi Buah Cakra di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumut.
Ismail yang merupakan warga Sumatera Utara melaporkan Edy Rahmayadi karena uang pembangunan bronjong diduga berasal dari salah satu pejabat di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumut. Ismail mengklaim nilai pembangunan bronjong tersebut mencapai Rp 2 miliar.
"Bronjong dibangun di aliran sungai di kawasan rumah sekaligus taman buah, kolam serta peternakan sapi dan kuda yang kami duga milik Edy Rahmayadi di Deli Tua," kata Ismail Marzuki kepada Tempo, Jumat 14 Januari 2022.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Menurut Ismail, laporan tersebut sudah diterima KPK, Kamis kemarin lewat surat pengaduan masyarakat dan disertai bukti pembangunan bronjong. Ia berharap KPK menelaah dan menindaklanjuti pengaduan tersebut karena terkait erat dengan dengan laporan harta kekayaan Edy di KPK.
"Jadi saya dkk melaporkan gratifikasi pembangunan bronjong senilai Rp 2 miliar sekaligus bertanya ke KPK apakah Taman Edukasi Buah Cakra sekaligus rumah dan berbagai fasilitas didalamnya milik Edy Rahmayadi. Jika itu miliknya kenapa tidak dilaporkan dalam LHKPN," ujar Ismail.
Ismail menjelaskan luas lahan Taman Buah Cakra sekaligus rumah dan fasilitas di dalamnya sekitar 15 hektare dan berada di kawasan situs budaya Melayu, yakni Benteng Putri Hijau Deli Tua. Harga tanah di sana ditaksir Rp 350 ribu per mater. Izin Mendirikan Bangunan disebut atas nama istri Edy, yakni Nawal Lubis dan dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada 2018.
"Hal itu yang kami tanyakan ke KPK, apakah tanah dan rumah berikut ternak dan kolam ikan itu milik Edy Rahmayadi atau istrinya Nawal Lubis. Kalau milik Edy, seharusnya didaftarkan di LHKPN. Kami cek tidak ada dalam LHKPN terbaru Edy Rahmayadi," tutur Ismail.
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan sudah menerima pengaduan warga Sumut yang melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi." Setelah kami cek di persuratan KPK memang ada. Laporan itu nantinya dipelajari, dianalisa serta diverifikasi atas materi dan data sebagaimana surat dimaksud," ujarnya.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membantah dugaan gratifikasi yang membuatnya dilaporkan ke KPK. Edy juga mengklarifikasi LHKPN yang dipersoalkan Ismail Marzuki. Menurut Edy, laporan harta kekayaannya sudah dicek kebenarannya oleh komisi antirasuah. Edy mengatakan akan melaporkan balik pelapor dirinya (Ismail Marzuki).
.png)

Berita Lainnya
KPK Tegaskan Pengembalian Uang Korupsi Tak Hapus Pidana
Menjadi Contoh Produk Dalam Negeri, Pimpinan DPR Sebut Vaksin Nusantara Terobosan Besar
Pemerintah Tegaskan Vaksin Mandiri Tak Bisa Dibeli Perorangan
DPR Desak Polisi Beri Info Detail soal Terduga Penembak FPI
Gegara Bayar Utang, Tren Rekor Cadangan Devisa RI Terhenti
Pakar Ingatkan Bahaya Operasi Spionase Asing di Tengah Persaingan Global
Menelusuri Aliran Uang Bayaran Toilet di SPBU Pertamina
Kasus Prokes dan Kecelakaan Masa Lebaran 2021 Naik 100 Persen
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Demi Pulihkan Sektor Pariwisata
Jelang HPN 2025, PWI Pusat Matangkan Persiapan
Membongkar Penyebab Pemda Lamban Belanjakan Anggaran Hingga Presiden Jokowi Kesal
Kronologi Cekcok Ibu Arteria Dahlan vs Anak Jenderal di Bandara