Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Benarkah Minyak Goreng Langka Akibat Penimbunan?
JAKARTA (INDOVIZKA) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tengah menyelidiki dugaan penimbunan minyak goreng yang mengakibatkan kelangkaan di pasaran. Banyak masyarakat mengeluh sulit mendapat stok minyak goreng pasca mendapat subsidi harga dari pemerintah.
Namun, Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, pihaknya sejauh ini belum mendapat barang bukti pasti soal tuduhan penimbunan itu. Dia pun mendorong pihak kepolisian untuk turut melacak kemungkinan itu.
"YLKI belum menemukan. Saya kira kita minta polisi untuk juga lebih detil membongkar adanya indikasi penimbunan itu," ujar Tulus dalam sesi teleconference, Jumat (11/2).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Tulus menegaskan bahwa praktik menimbun minyak goreng menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jelas-jelas pelanggaran. Pelakunya bisa terkena pidana.
"Karena minyak goreng merupakan barang penting dan strategis yang tidak boleh ditimbun oleh pelaku usaha. Cuma indikator penimbunan itu harus clear, harus jelas," tegas dia.
Insiden Kebakaran
Untuk kasus ini, YLKI juga mencermati insiden kebakaran gudang minyak goreng yang terjadi di Ciracas, Jakarta Timur dan Kota Medan. Kasus ini kemudian mengundang dugaan adanya praktik penimbunan minyak goreng yang dilakukan sejumlah pihak.
Kendati begitu, Tulus tak ingin ambil kesimpulan seperti itu. Dia pun menyerahkan usut perkara kepada pihak berwenang.
"Tapi dari beberapa kasus kebakaran minyak goreng, ditemukan adanya indikasi penimbunan, walaupun untuk sementara polisi belum berani menyimpulkan itu penimbunan," ungkap dia.
.png)

Berita Lainnya
BI Jamin Geopolitik Global Memanas Tak Pengaruhi Ekonomi Indonesia
Harga Sawit di Riau Pekan Depan Turun, Berikut Penjelasannya
Buntu, rapat sengit DPR dan MenkumHAM dilanjutkan besok
Bulog Bakal Jual Gula Impor Rp10.500 Per Kg
9 Produk Implora Paling Laris Dipasaran
Gelar RAT, Dinas Koperasi Inhil Puji KSPPS BMT Al Barakah Unisi
Harga Kelapa Sawit Kembali Alami Penurunan
Tips Merawat Handuk agar Tidak Jamuran, ini 6 Caranya!
Disperindag Pekanbaru Pastikan Ketersediaan Beras SPHP
Harga BBM Resmi Naik, Puluhan Pengendara Serbu SPBU Sungai Beringin
Perda Sudah Disahkan, Gubri Undang Wakil Presiden Resmikan BRK Syari'ah
MUI Haramkan Kripto Sebagai Mata Uang, Ini Tanggapan Indodax