Pilihan
Warga Tolak Rusunawa Pekanbaru Jadi Lokasi Karantina TKI dari Malaysia
PEKANBARU- Warga yang tinggal di Rumah Susun Sewa atau Rusunawa Rejosari di Kelurahan Bambu Kuning Kota Pekanbaru, Riau, keberatan dengan rencana pemerintah kota setempat yang akan menggunakan fasilitas itu untuk tempat karantina tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia.
Warga menunjukkan protes tersebut di Rusunawa, Senin, dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Kami warga Kel. Bambu Kuning Sepakat Menolak TKI”. Sejumlah warga mengatakan rencana penggunaan rusunawa sangat mendadak dan tidak disosialisasikan dengan benar oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
Protes warga kini juga tersebar lewat media sosial yang menyebutkan Rusunawa Rejosari tepatnya di Twin Blok 2 dan 3 akan digunakan untuk penampungan TKI yang pulang dari Malaysia.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan juga baru pada Senin ini mendapat laporan tentang hal tersebut dari Wali Kota Pekanbaru Firdaus, saat rapat dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Tadi memang ada usulan dari Pak Wali Kota Pekanbaru, tapi kita belum mengiyakan,” ujar Syamsuar.
Ia mengatakan usulan tersebut akan dipertimbangkan dari berbagai aspek, terutama kelayakan kondisinya oleh tim medis penanganan COVID-19 Riau.
“Dari semua usulan kan harus kami lihat terutama dari dokter kami layak atau tidak,” katanya.
Ia mengatakan Wali Kota Pekanbaru untuk mengkarantina TKI dari Malaysia untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Sebabnya, seluruh TKI maupun WNI yang baru pulang dari negara dengan penyebaran COVID-19 langsung berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Wali Kota Pekanbaru mengusulkan fasilitas Rusunawa Rejosari sebagai tempat karantina ODP yang menunjukan gejala ringan.
“Untuk gejala yang ringan saja, yang sedang dan berat tidak disitu, tentu di rumah sakit,” kata Syamsuar.
Jumlah ODP di Provinsi Riau melonjak drastis jadi 10.678 orang seiring dengan terus masuknya TKI yang pulang akibat karantina wilayah atau "lockdown” di Malaysia.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau hingga Senin siang, jumlah ODP atau orang yang berpergian dari negara penularan COVID-19, mencapai 10.678 orang atau naik signifikan dibandingkan data pada Senin pagi yang tercatat ada 7.144 orang.
Dari jumlah tersebut, baru 102 orang yang sudah selesai proses pemantauan. Di Pekanbaru, jumlah ODP ada 430 orang.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) atau terduga COVID-19 mencapai 105 orang, dimana baru 30 orang dinyatakan sehat dan satu orang meninggal dunia.
Sedangkan, jumlah kasus positif ada dua dimana satu pasien sudah sehat dan boleh pulang. Dua positif Covid-19 tersebut berada di Pekanbaru yang membuat pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat COVID-19.**
.png)

Berita Lainnya
Wabup Husni Tamrin Ikuti VLH Kabupaten Layak Anak 2025
Di Tengah Perjuangan Ramadan, Kurir Pengantar Makanan di Inhil Terima Bantuan Sembako dari IWO dan BNI
Pasien Positif Corona di Riau Ternyata Sudah Lama Menetap di Jakarta
Modus Penipuan Investasi, Oknum PNS Pemkab Inhu Garap Uang Korban Rp60 Miliar
HIPMI Riau dan PORDI Gelar Turnamen Domino Se-Riau, Gratis Pendaftaran
Dua Petani Muda Asal Siak Ini Magang ke Jepang Selama 2 Tahun
Maksimalkan Pelayanan, Plt. Kadis Kesehatan Cek Langsung Puskesmas
Polsek GAS Terus Berikan Imbauan Protokol Kesehatan kepada Warga
Masyarakat Riau Diimbau Manfaatkan Program Penghapusan Denda Pajak
Satlantas Pelalawan Urai Kemacetan Parah di KM 75 Lintas Timur, Pengendara Bandel Langsung Ditilang
TeRuCI Chapter Lancang Kuning Bagi-bagi Sembako bagi Masyarakat Kurang Mampu
Danrem 031/Wira Bima Tegaskan Tidak Pernah Backup Galian C Ilegal