Pilihan
Heboh Ada Warga Positif Covid-19, Ini Kata Kadiskes Meranti
MERANTI - Persoalan heboh dan menjadi keresahan dikalangan masyarakat dan pengguna medsos dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Covid-19 atau virus corona yang sangat maraknya dibelahan dunia menjadi musuh bersama. Hingga saat ini masih mencari solusi dan penawar atas musuh bersama itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti sekaligus merangkap Ketua tim terpadu Covid-19 dr Misri Hasanto MKes, ia membantah persoalan yang cukup heboh oleh para pengguna medsos menurutnya, untuk memastikan seseorang itu positif atau tidak, tidak seperti membalikkan telapak tangan.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Kita menunggu hasil resmi dari dokter yang memeriksa, karena prosedur yang dilakukan hari ini sesuai dengan protokol atau setandar operasional yang berlaku dan proses ini sedang berjalan," kata Misri kepada Riaulink.com, Kamis (9/4/2020) malam lewat Pesan WhatsApp.
Lebih jauh dikatakannya, perlu dilakukan uji laboratoturium dan hasil tersebut belum ada baik positif maupun negatif. Pertama orang dengan resiko (ODR), dan ODR tersebut setiap orang yang baru pulang dari darah yang berjangkit berkurun waktu dalam dua minggu. Baik itu TKI atau Jakarta dan Daerah-daerah yang sudah terdeteksi positif.
"Ada atau tidak ada tidak ada itu orang dengan resiko namanya, makanya TKI Kita termasuk ODR bahkan wartawan dan tim medis karena, hampir setiap waktu Kita berhubungan dan berinteraksi dengan siapa saja dan termasuk saya sendiri," terang Misri lagi.
Kemudian sebut Misri lagi, sehingga dari ODR naik setatusnya menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) jika ada gejala dan keluhan termasuk demam, batuk, filek dan lain-lain.
"ODP ini ada dua kriteria, untuk membuktikan orang yang bergejala tadi maka dilakukan pemeriksaan lain Di RSUD rontgent paru-paru karena virus tersebut menyerang paru-paru manusia dan untuk membuktikan ada atau tidaknya dalam tahap awal rongent," jelasnya.
Ia juga mengatakan, rapid test tersebut adalah penunjang dan penunjang itu bisa dipercaya dan bisa juga tidak.
"Contoh, ada orang hamil datang ke saya lalu saya periksa test pack nama alatnya ternyata positif, pertanyaannya adalah positifkah orang tersebut hamil? tidak karena ada orang diperiksa dengan alat tersebut tidak positif bahkan terkadang ada juga sebaliknya, guna alat tersebut untuk mengecek anti body hormon gonado tropin namanya.
Dirinyapun mengatakan, virus itu diketahui saat diuji di laboraturium baru sah dan positif atau sebaliknya. Proses perjalanan virus tersebut bisa melalui mata, hidung dan sesuatu yang dipegang oleh si positif lalu dipegang oleh orang lainnya.
"Saya mengimbau bagi pengguna medsos untuk lebih hati-hati, jangan sampai menyebar berita-berita hoax karena hal itu bisa masuk ke ranah hukum dan tak mustahil akan diproses oleh yang berwajib," tutupnya. (Aldo)
.png)

Berita Lainnya
Bupati Zukri Turun Langsung Proses Bedah Rumah RTLH Bersama Baznas
Gerakan Pangan Murah di Rupat Utara: Langkah Konkret Pemkab Bengkalis Atasi Inflasi dan Stabilkan Harga
DPW Dukung PKS Pekanbaru Usulkan Tiga Kader untuk Pilwako
Bupati Bengkalis Kasmarni Tinjau SPBU di Jalur Mudik Lintas Timur Bathin Solapan
Pimpin Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Rohil Ajak ASN Lebih Semangat Dalam Bekerja
Alfa Scorpii Baksos dan Rolling City Bersama Yamaha Gear 125
Abdul Wahid dan Adil Jadi Saksi Pernikahan Putri Kaltim dan Putra Riau Kintan -Levi
Inisiasi Rakor Pengamanan Imlek 2577 dan Ramadan 1447 H Bersama Forkopimda, Bupati Zukri Apresiasi Polres Pelalawan
Gubri Abdul Wahid Raih Penghargaan The Best Governor in Green Environment
Modus Penipuan Investasi, Oknum PNS Pemkab Inhu Garap Uang Korban Rp60 Miliar
11 Juta BPJS Dinonaktifkan, Mafirion: Negara Sedang Mencabut Hak Hidup Rakyat
Lapas Bengkalis Digeledah, Charger Lebih Banyak Ditemukan Ketimbang Handphone