Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Musyawarah Penerima BLT Covid 19 di Siak Ricuh
SIAK - Musyawarah bakal calon penerima BLT Kampung Teluk Mesjid Kecamatan Sungai Apit Siak Riau berakhir kisruh. Masyarakat menilai Kepala Desa tidak melibatkan aparat desa seperti RT/RW dalam menginput data calon penerima BLT dampak Covid-19.
Rapat yang berlangsung Rabu (06/5/2020) yang dihadiri perwakilan masyarakat seperti RT/RW dan Kepala Dusun itu juga dihadiri Bepekam dan Penghulu Teluk Mesjid di Gedung Serbaguna Kampung Teluk Mesjid.
Dalam rapat tersebut berakhir tanpa kata sepakat sebab peserta rapat dari perwakilan masyarakat menilai Penghulu Teluk Masjid dalam mengimput data tidak melalui prosedur yang ada. Mereka menilai seharusnya penghulu melibatkan RT/RW dalam menginput data calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) untuk dampak Covid-19.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Namun disayangkan, yang terjadi di lapangan pendataan dilakukan berdasarkan data KK dan KTP yang dilakukan Tim 'Pemenangan Penghulu' Ferli Sunarya.
Menurut salah satu warga berinisial M, mengatakan pengumpulan data KK dan KTP masyarakat tersebut tidak melalui prosedur yang ada. Seharusnya pengumpulan KK dan KTP tersebut melalui RT/RW, bukan malah sebaliknya. Akibatnya musyawarah yang berlangsung di Gedung Pertemuan Kampung Teluk Mesjid tidak mendapatkan kata kesepakan seperti yang diharapkan Masyarakat.
Seperti disampaikan Masri, selaku salah Kadus dan Mahmut, Arai sebagai RT serta Awin selaku Kadus di Teluk Masjid juga mengaku cukup kecewa dengan rapat yang digelar karena tidak mencapai kata sepakat dan berakhir ricuh.
"Seharusnya semua cepat selesai, karena masyarakat sangat membutuhkan BLT tersebut ditambah saat ini bulan puasa," ungkap salah seorang RT peserta rapat.
Mereka menilai Kepala Desa (Penghulu) Ferli Sunarya tidak bertanggung jawap atas kekisruhan tersebut, sehingga musyawarah berakhir kisruh tanpa keputusan. Dalam musyawarah tersebut sempat keluar kata-kata yang kurang menyenangkan antara Kades (Penghulu) dengan RT, RW dan Kadus nya.
Musyawarah juga dihadiri oleh Babinkaptimnas Teluk Masjid, Pendampung Desa dan beberapa orang mahasiswa.
.png)

Berita Lainnya
Batasi Pergerakan Masyarakat di Tengah Ancaman Covid-19, Polisi Tutup 4 Jalan di Pekanbaru Ini
Kampung Tenun Desa Wisata Bukit Batu Binaan PHR Raih Rekor MURI dan ADWI 2023
Mahasiswa Minta Jaksa Usut Dugaan Korupsi Eks Ketua DPRD Riau
Penerima Beasiswa Pemko Pekanbaru Diumumkan Akhir Mei
Polsek Langgam Ringkus Dua Pelaku Pencurian 48 Tandan Sawit PT MUP
Diskominfo Pers Inhil Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Takjil
DLHK Riau Minta Perusahaan Siaga Karhutla 2023
Satu Keluarga di Pelalawan Positif Covid-19
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2021
Ajak Siswa Sukses Belajar Online, Kominfo Gelar Webinar di Rokan Hilir
Alfa Scorpii Gelar Festival Anak Soleh II di Living World Pekanbaru
Ketua Yayasan Harapan Bunda Klarifikasi Temuan Ulat di Makanan MBG SMK 1 Pangkalan Kerinci