Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tagihan Listrik Naik, PLN Salahkan Drama Korea
JAKARTA - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Zulkifli Zaini dicecar Anggota Komisi VII DPR soal kenaikan tagihan listrik di masa pandemi pada Mei dan Juni, yang dinilai masyarakat tidak masuk akal dan hanya mengandalkan alasan yang terkesan dibuat-buat hingga lucu karena turut menjadikan drama Korea (drakor) sebagai kambing hitam.
Cercaan dari sejumlah wakil rakyat itu menanggapi alasan PLN yang mengatakan lonjakan tagihan listrik terjadi akibat peningkatan pemakaian listrik selama PSBB.
"Saya melihat ini alasan yang dibuat saja dan alasan itu sangat lucu sekali. Ada yang bilang kenaikan listrik karena WFH, ada yang bilang nonton drakor, ada yang apa dan sebagainya. Menurut saya tidak masuk akal," tegas Anggota Komisi VII Paramita Widya Kusuma, dalam rapat PLN bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (17/06/2020).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Selain itu, Paramita juga mengkritisi alasan PLN yang mengatakan lonjakan tagihan listrik salah satunya diakibatkan masalah pencatatan meteran listrik yang tidak bisa dilakukan selama PSBB. Karena ada ketakutan akan mengakibatkan petugas pencatat meteran bisa terpapar Covid-19 jika melakukan tugas pencatatan.
"Misalnya masalah pencatatan meteran yang tidak melaksanakan tugas karena melindungi pelanggan dari terpaparnya corona. Memangnya petugas langsung bertatap muka dengan pelanggan? Kan tidak. Mereka hanya menghadapi mesinnya saja," kata Paramita.
PLN selain dianggap hanya berputar-putar pada alasan yang terkesan dibuat-buat. Akibatnya Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Eddy Soeparno, menegur PLN untuk belajar berkomunikasi yang baik dan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak pantas di tengah situasi sekarang.
"Terkait komunikasi, Pak, masyarakat lagi susah, kaget dengan adanya lonjakan tagihan. Jadi tolong dari PLN jangan sampai ada kata-kata, kalimat, mengatakan bahwa masyarakat tentu bekerja dari rumah, banyak yang nonton drama Korea, enggak usah, Pak. Itu kan bahasa-bahasa yang non-sains, Pak," ujarnya.
.png)

Berita Lainnya
Begini Cara Dapatkan Sertifikat Tanah Elektronik
23 Terduga Teroris Lintas Sumatera Tiba di Jakarta, 2 di Antaranya Warga Riau
Besok Cair, Segini Besaran Gaji Ke-13 yang Bakal Diterima PNS
4 Manfaat Berdoa di Bulan Ramadan untuk Kesehatan
Nekat Mudik, Siap-siap Kendaraannya Disita!
Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja di 2022, Anggaran Disiapkan Rp 11 T
DPR Desak Polisi Beri Info Detail soal Terduga Penembak FPI
Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU
Sudah 72 Jam Lebih, TNI Fokus Cari KRI Nanggala-402
Polri Buka Penerimaan 9.284 Bintara, Berapa Gaji dan Tunjangannya?
Hasil Inspeksi BPOM: Proses Vaksin Nusantara Bermasalah
BEM Nusantara akan Ajukan Judicial Review UU Cipta Kerja