Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Elektabilitas PKB Tiga Besar, Pengamat: Bukti Muhaimin Berhasil
JAKARTA, (INDOVIZKA) - Hasil survei Charta Politika terbaru menunjukkan elektabilitas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berada di peringkat ketiga. PKB mengejar elektabilitas PDI Perjuangan di peringkat pertama dan Partai Gerindra di urutan kedua.
Pengamat politik Indekstat, Rikola Fedri, menilai naiknya elektabilitas PKB tak lepas dari keberhasilan Muhaimin Iskandar memimpin partai yang dilahirkan ormas terbesar, yakni Nahdlatul Ulama. Sejak kepemimpinan Muhaimin, PKB terus mengalami trend positif.
"Naiknya pamor PKB disurvei tidak lepas dari kepiawaian Muhaimin memimpin PKB selama ini. Dia mampu membuat partai stabil dan pelan-pelan secara pasti terus menyodok ke 3 besar," ujar Riko, Kamis, 12 Agustus 2021.
- Mafirion Sosialisasikan 4 Pilar di Pulau Kijang Indragiri Hilir: Tingkatkan Kesadaran
- DPW Jema'ah Syatariah Riau Minta Mubaligh dan Alim Ulama Ajak Jemaah Menangkan Wahid-Hariyanto
- Ustadz Yurnalis Sebut Abdul Wahid Sosok Pemimpin yang Merangkul
- Dihadapan Ribuan Warga Kuansing, Abdul Wahid Minta Restu Maju Pilgubri
- PKB Usung Ferryandi dan Dani Maju Pilkada Inhil 2024, Iwan Taruna: Survei Keduanya Tertinggi
Menurut Riko, bila dibandingkan dengan hasil survei lembaga lain yang lebih dulu melakukan survei, PKB tetap konsisten di tiga besar. Artinya, kinerja atau pelayanan PKB terhadap masyarakat cukup diterima dengan baik.
"Ini hasil survei tentang PKB selalu konsisten dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya," kata Riko.
Menurutnya, secara obyektif ini menunjukkan PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin dapat memenuhi harapan publik. "Naiknya elektabilitas PKB juga bisa dipahami dari perspektif ini. Artinya PKB solid di bawah Ketum Muhaimin," katanya.
Di sisi lain, menurut Sekjen PKB, Hasanuddin, apa pun hasil surveinya, Ketua Umum selalu memerintahkan agar semua kader memberikan yang terbaik untuk rakyat, bekerja sebaik-baiknya secara istikamah, ajek, konsisten dalam melayani rakyat, bukan untuk menaikkan survei tapi benar-benar mewujudkan ideologi dan nilai perjuangan PKB untuk mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia
Survei Charta Politika ini dilakukan tatap muka dengan metode multistage random sampling pada periode 12-20 Juli 2021. Jumlah responden dalam survei ini 1.200 orang dari seluruh wilayah Indonesia, dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden dipilih secara acak dengan kriteria minimal 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih. Unit sampling primer survei ini adalah desa/kelurahan, dengan jumlah sampel masing-masing 10 orang di 120 desa/kelurahan yang tersebar di Indonesia.
Berikut ini hasil survei Charta Politika:
PDIP: 22,8 persen
Gerindra: 17,5 persen
PKB: 9,4 persen
PKS: 6,8 persen
Demokrat: 6,6 persen
Golkar: 6,6 persen
NasDem: 4,8 persen
PPP: 2,3 persen
PAN: 1,7 persen
PSI: 1,2 persen
Perindo: 0,7 persen
Partai Gelora: 0,3 persen
Partai Hanura: 0,3 persen
Partai Ummat: 0,2 persen
PKPI: 0,1 persen
PBB: 0,1 persen
Partai Berkarya: 0,1 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 0,1 persen
.png)

Berita Lainnya
Viral 174 Turis Asal China Masuk Sumbar, Berikut Penjelasan Operator Bandara
Usai Diperiksa 8 Jam, Abdimas Eks Camat Tenayan Raya Pekanbaru Ditahan
Anggota Komisi IX Klaim Aturan JHT Cair di Usia 56 Tahun Tak Pernah Dikonsultasikan
Waspadai Varian Omicron, Kapolri Minta Vaksinasi Dipercepat dan Prokes Dipatuhi
Difitnah Melalui Video Bagi-bagi Uang, Said Abdullah Pilih Maafkan Pelaku Tanpa Tempuh Jalur Hukum
Saat Covid-19, INDEF: Mudik Lebaran Tak Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Lomba Mural Kritik Polri, Kapolri Ikut Cat Mural 'Siapa Berani Kritik Polisi?'
Pemerintah Bebaskan PPN Rumah dengan Harga Jual Paling Tinggi Rp 2 Miliar
Menko Airlangga Hartarto Apresiasi Dukungan TNI untuk PPKM Mikro
147 Orang di Jakarta Diduga Terjangkit Corona, Hasil Pemeriksaannya Negatif
Satgas Gencarkan Tes Mutasi Covid Cegah Lonjakan Serupa India
Fasilitasi Hak Pekerja, Menaker Luncurkan Posko THR 2021