Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pecah Rekor, Utang Baru Pemerintah Capai Rp 421 T di Semester I 2020
JAKARTA- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan pembiayaan utang pemerintah selama semester I 2020 mencapai Rp 421,5 triliun. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipatnya jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 181,2 triliun.
Berdasarkan laporan semester I APBN 2020, penarikan utang baru tersebut terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 430,4 triliun (neto) dan pinjaman minus Rp 8,9 triliun (neto).
Tingginya pembiayaan utang hingga akhir Juni 2020 tersebut sejalan dengan langkah extraordinary pemerintah dan pelebaran defisit anggaran menjadi 6,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akibat pandemi virus corona.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
"Pelebaran defisit merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical di mana ketika ekonomi melemah, pemerintah perlu step in untuk memberikan stimulus untuk perbaikan ekonomi," tulis bahan laporan semester I APBN 2020 seperti dikutip kumparan, Jumat (10/7).
Selanjutnya, pelebaran defisit itu dinilai sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan countercyclical. "Di mana ketika ekonomi melemah, pemerintah perlu step in untuk memberikan stimulus demi perbaikan ekonomi," tulisnya.
Pembiayaan utang di semester I 2020 tersebut merupakan rekor tertinggi. Sebagai pembanding pada semester I 2016, realisasi pembiayaan utang hanya Rp 278,1 triliun. Di periode yang sama 2017 mencapai Rp 207,8 triliun dan di periode yang sama 2018 mencapai Rp 180,2 triliun. Sementara di semester I 2019 pembiayaan utang hanya Rp 181,2 triliun. Bahkan jika dibandingkan setahun penuh, pembiayaan sejak 2010-2015 tak sampai sebesar semester I 2020.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut pembiayaan utang akan tetap dilakukan secara hati-hati. Selain itu, penarikan utang juga diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
"Realisasi pembiayaan utang tetap dilakukan hati-hati. Kami harap Indonesia bisa menjaga kredibilitas sehingga membuat kepercayaan pasar terjaga,” kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/7).
Adapun realisasi defisit anggaran hingga 30 Juni 2020 sebesar Rp 257,8 triliun atau 1,57 persen terhadap PDB. Realisasi tersebut lebih dalam dibandingkan Mei 2020 yang mencatatkan defisit Rp 179,6 triliun atau 1,1 persen dari PDB.
Penerimaan negara berhasil terkumpul Rp 811,2 triliun atau turun 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Sementara belanja negara, realisasinya Rp 1.068,9 triliun atau tumbuh 3,3 persen (yoy).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit yang melebar tersebut lantaran penerimaan negara yang masih tertekan atau minus, sementara belanja negara tumbuh lebih cepat.
"Pendapatan negara minus 9,8 persen dibandingkan dengan tahun lalu mencapai Rp 899,6 triliun," jelasnya.
.png)

Berita Lainnya
KRI Nanggala Tenggelam, Panglima TNI Tegaskan Pencarian Jalan Terus
Gunung Es Terbesar di Dunia Hanyut Tanpa Arah di Laut Lepas
Tidak Menerima Bansos dari Daerah atau Pusat
Abdul Wahid Apresiasi Rencana SKK Migas Produksi 1 Juta Barel Per Hari
Sebelum Berpergian, Masyarakat Wajib Kantongi Surat Rapid Test & PCR
2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Dikerahkan Evakuasi Korban Erupsi Semeru
Harga Sembako Mulai Naik, Ini Kata Ayat Cahyadi
Draft RUU KUHP Terbaru, Hina Presiden di Medsos Terancam 4,5 Tahun Bui
Kapolri Idham Azis Lantik 9 Kapolda Baru
Polri Sebut Kecelakaan Mudik Lebaran Tahun Ini Menurun
Menteri Erick Bentuk Satgas Tanggap Bencana BUMN di 34 Provinsi
Fraksi PKB DPR RI Dukung RUU BUMDes