Pilihan
Pelaku Bakar Istri Masih Kritis, Polisi Belum Ketahui Motifnya
Dumai (INDOVIZKA) - RS (22) pelaku yang membakar istrinya hingga tewas saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Dumai, Riau.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhisthira melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Dumai, AKP Fajri. Pelaku yang masih kritis dirawat di ruang ICU RSUD Dumai.
Fajri mengatakan kondisi pelaku saat ini masih dirawat karena mengalami luka bakar yang cukup parah akibat ikut terbakar dan sempat dihajar massa.
Baca: Sadis, Suami Siram Istri Pakai Bensin Lalu Dibakar
"Pelaku masih di ruangan ICU RSUD Kota Dumai dengan kondisi kritis, dan belum dapat kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisinya saat ini kritis," katanya, Ahad (10/12/2020).
Fajri mengatakan, pelaku belum bisa dimintai keterangan terkait motif pembakaran terhadap istrinya yang berada di dalam warung.
Baca: Ketua RT Sebut Perempuan yang Dibakar Suami di Dumai seperti ATM Hidup, Jika Tak Dapat Dipukuli
"Kita masih menunggu perkembangan kondisi pelaku yang kini tengah mendapatkan perawatan dari pihak Rumah sakit, kondisinya memang kritis," pungkasnya.
Sebelumnya, Pelaku berinisial RS (22) diduga membakar korban dengan cara menggunakan bensin.
Kejadian tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (8/12/2020) di kedai kelontong milik korban yang berada di Jalan Hasanuddin.
Korban diketahui bernama Rahmi (28) warga Jalan Meranti Darat RT 02 Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan tewas dengan kondisi terpanggang.
Adik korban, Risa mengaku pelaku secara tiba-tiba membawa bensin dan api serta langsung menyiram kakaknya yang sedang berbaring di kedai kelontong.
"Saat itu saya ada juga di TKP, saya juga ikut terkena, dia (pelaku) juga sering mengancam akan membakar kakak saya," imbuhnya.
Risa mengatakan pelaku yang merupakan suami kakaknya memang seringkali mengancam membunuh kakaknya.
"Kakak saya sudah hampir setahun ini pisah ranjang, mau bercerai, karena pelaku kerap berlaku kasar, tapi pelaku tidak mau bercerai," ujarnya.
Risa berharap pelaku dihukum setimpal atas perbuatan sadisnya yakni dengan hukuman mati, karena perbuatanya sudah sangat kejam.
.png)

Berita Lainnya
Airlangga: Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Harus Beriorientasi Aksi dan Bisa Diimplementasikan
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi RI Nomor 4 Setelah China, Vietnam dan Korsel
Memahami Perbedaan Karantina dan Isolasi Covid-19
Nikah di Rumah Ibadah Diperbolehkan Lagi, Maksimal Dihadiri 30 Orang Saja
2 Pekerja Pabrik Rokok Sampoerna Corona, Rapid Test Digelar Ratusan Positif
Rekor Lagi! Hari Ini Bertambah 1.331 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia
Ketua MPR Dukung Wartawan di DPR/MPR RI Ikuti UKW Guna Peningkatan Kualitas Jurnalistik
Baru 4 Hari Menjabat, Kapolda Jatim Teddy Dikabarkan Ditangkap Dugaan Kasus Narkoba
Diduga Terlibat Jamaah Islamiyah, Ahmad Zain Dinonaktifkan dari MUI
1 Februari 2020 WhatsApp Tak Bisa Lagi Dipakai di HP Android
Ribuan Anggota GP Ansor dan Banser Gelar Apel Kebangsaan
Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM Minggu Depan