Pilihan
Permodalan Menjadi Masalah Utama Bagi Koperasi di Tengah Dampak Covid-19
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada sektor ekonomi dan pola hidup masyarakat dunia. Karenanya, keberadaan koperasi menjadi sangat signifikan manfaatnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Begitu disampaikan Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi dalam Diskusi Empat Pilar MPR bertema "Peran Koperasi untuk Membangkitkan Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
"Inilah yang kemudian akibat dari dampak Covid, kita lihat memang permasalahan utama yang dihadapi oleh koperasi yang terdampak Covid-19 adalah permodalan," kata Zabadi.
Menurut dia, dari hasil survei yang dilakukan Kemenkop/UKM terhadap koperasi yang terdampak Covid-19, 46 persen adalah yang sangat menghadapi masalah di permodalan, kemudian 36 persen di penjualan dan 7 persen di distribusi dan produksi.
Karena itu, jika diidentifikasi kebutuhan dari koperasi dalam rangka untuk menggerakkan usahanya, adanya pinjaman modal kerja, relaksasi kredit, kelancaran distribusi dan kepastian permintaan.
"Tetapi saya kira ini bukan menjadi kewenangan dan tanggung jawab dari Kementerian Koperasi dan UKM saja, ini meliputi seluruh stakeholder terkait dan pemerintah secara khusus. Dan pemerintah telah mencanangkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan penganggaran sebesar lebih kurang 695,2 Triliun, dimana yang 123,46 Triliun diantaranya adalah dialokasikan untuk UMKM," terangnya.
UMKM ini, kata dia, termasuk di dalamnya adalah untuk koperasi, Rp 123,46 triliun ini kemudian dirancang programnya untuk diarahkan kepada tiga kategori. Satu, bagi UMKM, termasuk di dalam koperasi yang berstatus dampak bertahan, tetap eksis di tengah pandemi ini, mereka mendapatkan insentif pajak. Kemudian bagi koperasi dan UMKM yang berstatus menurun usahanya sebagai dampak dari pandemi ini, mendapatkan relaksasi kemudian restrukturisasi kredit, dan perluasan pembiayaan.
"Untuk usahanya ini kemudian kita dorong untuk dilakukan transformasi dari offline ke online. Sehingga mungkin di antara teman-teman media mengenal dari produk-produk koperasi dan diarahkan untuk masuk ke digital market. Selain itu, kita juga berupaya untuk mendorong mempertemukan koperasi dengan terutama sektor real untuk mendapatkan kepastian market. Ini kita dorong beberapa BUMN yang bergerak di bidang pangan khususnya," tandasnya.
.png)

Berita Lainnya
Ini Rentetan Teror di Kantor Polisi Sebelum Mabes Polri Diserang, Salah Satunya di Riau
Tekan Kabar Hoax, Bawaslu,KPU,KPI dan Dewan Pers Bentuk Gugus Tugas Penyiaran Berita
Persiapan Jakarta Jelang Lepas Status Ibukota
Polri Tiadakan Denda Perpajangan STNK hingga 29 Mei 2020
Libur Lebaran 2021: Cuti Bersama Hanya Pada Tanggal 12 Mei
Peringati Hari Veteran Nasional Dinsos Gelar Upacara dan Ziarah di TMT
Dunia Tidak Siap Hadapi Pandemi Berikutnya
PB HMI: Terpilihnya Gus Yahya Kemenangan Umat NU
Jokowi Kesal Uang Pemda Rp 182 Triliun Diparkir di Bank
Kebijakan larangan Export CPO, Harga Sawit Anjlok dan Ini Solusi Dari Wahid
Agar Pengusaha Bayar THR Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Diminta Aktif Mengawasi
Kapolri Instruksikan Kapolda Pastikan Minyak Goreng Tersedia di Pasar Tradisional dan Modern