Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
PPP Usulkan UU ITE 'Pasal Karet' Terkait Pornografi, Hoax, dan SARA Dirumuskan Ulang
JAKARTA (INDOVIZKA) - Fraksi PPP DPR RI mengusulkan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terkait pasal yang dinilai multitafsir, yang dapat ditafsirkan sesuai keinginan dari aparat penegak hukum atau disebut 'pasal karet', seperti berkaitan dengan pornografi, Hoax dan SARA. PPP meminta pasal itu dirumuskan ulang.
Demikian disampaikan Anggota Komisi III Fraksi PPP DPR, Arsul Sani. Ditegaskannya, 'pasal karet' yang ditemukan di pasal 27 dan 28 UU ITE itu pada revisinya dinilai perlu untuk ditambahkan prinsip-prinsip keadilan restoratif dalam proses penegakan hukum.
"Kalau dilakukan revisi UU ITE maka Pasal 27, 28, dan beberapa pasal lain bukan dihapus total tetapi dirumuskan ulang. Selanjutnya perlu dimasukkan pula prinsip-prinsip keadilan restoratif dalam proses penegakan hukum dengan menggunakan UU ITE," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/3/2021).
Dia menjelaskan alasan kenapa pasal-pasal tersebut tidak dihapus total, karena faktanya saat ini ruang media sosial masih banyak dipergunakan untuk menyebarkan hoaks.
Mengutip dari salinan UU ITE, pasal yang dianggap karet oleh sejumlah pihak itu berisi sebagai berikut:
Pasal 27:
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.
(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.
(4) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.
Pasal 28
(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
.png)

Berita Lainnya
Airlangga Hartarto Ungkap Pencucian Uang di Indonesia Masih Tergolong Tinggi
Anak Gugat Ibu Kandung Kembalikan Fortuner dan Bayar Sewa Rp200 Juta, Alasannya Tak Lazim
6 Petugas Bea Cukai Tembilahan Diperiksa Internal
ABG di Riau Meregang Nyawa di Hotel, Polres Tetapkan Teman Kencan Korban Tersangka
Komplotan Jambret Ditangkap Polisi, 1 Orang Ditembak
Sepasang Pria dan Wanita Bukan Suami Istri Diamankan Polsek Kateman
Viral, Siswi SD Jadi Korban Pemerkosaan dan Perundungan
Aniaya Warga Tembilahan, Pelajar di Inhil Diamankan Polisi
Jatuh dari Jembatan, Anak Pengendara Motor di Inhil Hilang Tenggelam
Korupsi Proyek Jalan, PPTK dan Tiga Petinggi PT Wika Divonis 2 Tahun Penjara
ICW Yakin Ketua KPK Tak Lulus Jika Ikut Tes Wawasan Kebangsaan
Komplotan Jambret Ditangkap Polisi, 1 Orang Ditembak