Pilihan
Kalangan Milenial Terlibat Aksi Teror, Legislator Muda Minta Program Deradikalisasi Harus Relevan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Aksi teror yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri berasal dari kalangan generasi muda menciptakan keprihatinan tersendiri untuk generasi muda.
Salah satunya datang dari Legislator muda yakni Farah Puteri Nahlia, baginya usia muda adalah sebuah harapan Indonesia di kemudian hari.
Tentu sangat miris melihat aksi teror yang terjadi akhir akhir ini. Jika mengacu data BPS tahun 2020, total persentase penduduk usia produktif mencapai 70,72 persen dan angka itu seharusnya menjadi cerminan usia generasi masa depan bangsa Indonesia.
"Saat melihat pelaku aksi teror berasal dari kalangan generasi muda, baik yang terjadi di depan Katedral Makassar maupun yang menyerang Mabes Polri tentu menjadi keprihatinan tersendiri bagi saya dan usia muda adalah usia harapan, harapan untuk menoreh masa depan," ujar Farah kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).
Farah mengatakan seiring dengan adanya fakta keterkaitan beberapa anak-anak dan remaja dalam pusaran terorisme tentu menjadi ancaman tersendiri sebagai bentuk kerawanan generasi.
Temuan menunjukkan bahwa pelaku teror muncul dari generasi millenial, seperti yang terjadi di Makassar dan Manes Polri baru-baru ini, pelaku merupakan kelahiran 1995, yang mana menjadi bukti bahwa tindakan kekerasan dan indoktrinasi radikalisme mengancam seluruh usia generasi tanpa terkecuali.
"Usia muda yang seharusnya tengah bersiap dan berjuang menggapai cita-citanya termasuk fase-fase mencari jati diri justru kini terancam membunuh dirinya sendiri, membunuh masa depannya sendiri seperti dengan bom bunuh diri," kata Farah.
Politisi Muda PAN tersebut menuturkan bila program BNPT terkait deradikalisasi serta pencegahan terorisme dan paham radikal intoleran perlu ditingkatkan terutama dengan mendorong penguatan pendekatan yang menyasar generasi muda.
Ia mencontohkan Pendekatan seperti Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang melibatkan kalangan pelajar yang telah dilakukan BNPT, perlu diperkuat dengan inovasi-inovasi pendekatan kreatif kontra radikal.
"Implementasi UU No. 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi kata kunci untuk memastikan Bhinneka Tunggal Ika masih menjadi pilar negeri sebagai manifestasi dari program deradikalisasi," tuturnya.
Farah menyebut bila pada dasarnya tugas BNPT tidak mudah, perlu keterlibatan berbagai stakeholder terutama sekolah dan perguruan tinggi untuk menyelaraskan komitmen kebangsaan di lingkungan generasi muda.
"Poin pentingnya, di usia generasi muda yang terkadang masih labil baik dari sisi emosi maupun pendirian (mudah terpengaruh), tentu program-program terkait deradikalisasi harus relevan dengan sasaran tersebut agar dapat diterima dengan optimal," imbuhnya.
Anggota Komisi I DPR RI tersebut juga menyampaikan bila seluruh masyarakat sangat perlu untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya, spirit kewaspadaan itu dimulai dari diri, keluarga sampai negara sebagai kerangka kewaspadaan nasional. Hal itu dapat ditunjang dengan aparat keamanan baik Polri/TNI yang memperkuat pengamanannya di seluruh wilayah dan jajaran.
"Sekali lagi, persoalan terorisme seperti ini adalah musuh bersama, sinergi menjadi kekuatan utama untuk melawannya," pungkasnya.***
.png)

Berita Lainnya
Airlangga: Perpanjangan PPKM untuk Kemaslahatan Masyarakat
Syukurlah, Arab Saudi sudah Izinkan Jamaah Umrah dan Haji Indonesia Berusia 60 Tahun
256 WNA Cina Masuk Indonesia saat Larangan Mudik Lebaran Diberlakukan
DPR Minta Pemerintah Segera Kirim Surpres RUU TPKS
Harga BBM Berubah Lagi, Cek Harga Terbaru di SPBU Pertamina, Shell, Vivo & BP
Dirut PLN Mengaku Kelola Utang Tak Sehat Senilai Rp500 T
Menag Ungkap WNI Bisa Umrah Tanpa Karantina Jika Gunakan Vaksin Diakui Arab Saudi
Bank Syariah Indonesia Komit jadi Bank Inklusif, Modern dan Universal
Bupati dan Walikota Dilarang Ecer Anggaran, Presiden Minta APBD Dikonsentrasikan
Presiden Segera Keluarkan Perpres Media Sustainability
Kelapa Sawit Dituding Jadi Perusak Hutan, Ini Respon Pemerintah
UAS Ketemu Kiyai Khos