Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Mantan Intel Tuding Virus Corona Merupakan Senjata Biologi China Untuk Militer, Senjata Makan Tuan?
INDOVIZKA.COM - Sejumlah pihak mulai berspekulasi Pasca gemparnya dunia lantaran virus Corona yang mematikan di China.
Beberapa di antaranya mengatakan jika virus tersebut menyebar lantaran jamaknya warga China mengkonsumsi binatang liar yang diolah menjadi berbagai macam kuliner di kota Wuhan.
Sementara lainnya beranggapan jika virus tersebut merupakan hasil ciptaan ilmuan China untuk kepentingan militer.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Dilansir Intisari Online yang mengutip Washington Times, Radio Free Asia pada minggu ini telah menyiarkan kembali laporan televisi lokal Wuhan dari tahun 2015.
Laporan tersebut tunjukkan laboratorium tercanggih di China yang disebut Wuhan National Biosafety Laboratory. Lab ini dibuka pada Januari 2018.
Laboratorium tersebut adalah satu-satunya tempat yang dideklarasi China dibolehkan bekerja dengan virus-virus paling mematikan di dunia.
Mantan intelijen militer Israel, Dany Shoham, mengatakan jika institut tersebut berkaitan dengan program pembuatan senjata biologi oleh Beijing.
"Laboratorium tertentu di institut tersebut mungkin telah berkaitan dengan pengembangan senjata biologi."
Ahli yang mempelajari senjata biologi China tersebut juga mengatakan proyek itu termasuk bagian dari riset militer dan tentunya sangat ditutupi.
Sebelumnya di tahun 2017, ilmuwan telah memperingatkan jika virus mirip SARS dapat melarikan diri dari laboratorium tersebut.
.png)

Berita Lainnya
Persiapan Jakarta Jelang Lepas Status Ibukota
Menhub Jelaskan Kronologi Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak
Menag Tegaskan Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri
Fasilitasi Hak Pekerja, Menaker Luncurkan Posko THR 2021
Afrizal Sintong Pastikan Akan Rangkul Lawan Politik Bangun Rohil
Aturan Baru Naik Pesawat: Harus Datang 4 Jam Sebelum Keberangkatan
Elpiji 3 Kg Tak Lagi Dijual di Pengecer Mulai 1 Februari 2025, Jumlah Pembelian Dibatasi?
Dugaan Pungli di Rutan KPK Capai Ratusan Juta
Airlangga: Pembatasan Kegiatan Masyarakat Resmi Berlaku, Kedisiplinan Harus Ditegakkan
13 Tips Mencegah Stretch Mark
BMKG: Dampak Petir pada Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Masih Jadi Pertanyaan
Kapolri Listyo Sigit Mutasi Ketua KPK Firli Bahuri