Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
H Dani Ingatkan Pemprov Riau Tidak Kurangin Belanja Kepentingan Publik
PEKANBARU, (INDOVIZKA)- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, H Dani M Nursalam ingatankan Pemerintah Provinsi Riau untuk tidak mengurangi belanja kepentingan publik satu sen pun.
Pernyataan tersebut dilontarkan politisi PKB ini setelah adanya surat dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor S-30/MK.02/2021 Tentang Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga TA 2021.
H Dani M Nursalam yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Riau katakan, pelaksanaan Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian/Lembaga TA 2021 ini terkait dengan dukungan vaksin 2021.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Itu kan ada intruksi pemerintah pusat melalui Kemenkue untuk melakukan refocusing anggaran dalam kantor untuk mendukung pelaksanaan vaksin tahun 2021, jadi ada kewajiban pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk melakukan rasionalisasi anggaran kembali untuk mendukung vaksin tadi. Nah untuk mitra-mitra komisi 4 DPRD Riau ketika kita Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin kita minta supaya belanja-belanja modal yang berhubungan kepada kepentingan public itu jangan dikurangi 1 sen pun," ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Minggu (19/4/2021).
Dani menegaskan, untuk tahun ini Pemerintah Provinsi Riau harus fokus pada kepentingan publik karena tahun 2020 sudah cukup banyak penundaan terkait kepentingan masyarakat.
"Cukup sudah tahun 2020 kita banyak melakukan penundaan kegiatan, tahun ini jangan lagi dibatalkan ataupun dikurangi belanja modal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, apakah bangun jalan, bangun jembatan baru, sekolah, sarana kesehatan dan sebagainya, itu tetap dipertahankan dahulukan dan mesti dilaksanakan di tahun 2021," jelasnya.
Untuk menutupi dana rasionalisasi yang harus dilaksanakan pada tahun 2021 tersebut, Dani M Nursalam menyarankan kepada pemerintah provinsi Riau untuk mengurangi dana yang sifatnya rutinitas.
"Ya untuk menutupi kebutuhan anggaran terhadap vaksin itu silahkan dicari terhadap program-program sifatnya rutinitas. Contoh perjalanan dinas kurangi, belanja makan minum dikurangi, atau hal-hal APK kantor juga dikurangi," ujarnya kembali.
Mantan Ketua DPRD Inhil 2014-2019 ini menambahkan, belanja modal bisa saja dikurangi tapi belanja modal yang sifatnya pengadaan aset. "Pengadaan aset yang menyangkut kebutuhan pemerintah, entah beli tanah, kendaraan, tunda dulu," imbuhnya.
.png)

Berita Lainnya
Komisi II DPRD Pekanbaru : Pedagang Takjil yang Pakai Zat Berbahaya Harus Ditindak Tegas
Iwan Taruna Minta DLHK Awasi Pengelolaan Lingkungan PT SAGM
Pahami Konsep Kajian Ranperda, Tim Pansus BLJ Bertukar Pikiran bersama Biro BUMD Bandung
Karmila Sari: Keterwakilan Perempuan dalam Berpolitik Penting
DPRD Riau Tanggapi Keluhan Gubernur Riau Syamsuar
Komisi IV Usulkan Pemkab Inhil Gunakan e-KTP untuk Berobat
Wakil Ketua DPRD Riau Hadiri Pembukaan Kegiatan Peningkatan Kompetensi UKM Pengelola Mie
Dewan Riau Dukung RS Unri Jadi Rumah Sakit Khusus Otak
Legislator PKB Abdul Wahid Minta Pemda Riau Lakukan Anstisipasi Wabah Corona
Hanya Sebagian Pegawai DPRD Riau Masuk Kantor, Selebihnya WFH
Tahun Depan Riau Tiadakan Penghapusan Denda Pajak
Komisi I DPRD Riau Lakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Riau