Pilihan
Dua Ekor Gajah Liar Rusak Tanaman Sawit Warga Inhil
INHIL, (INDOVIZKA)- Hampir sepekan warga Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diresahkan dengan keberadaan dua ekor gajah sumatera liar yang terpisah dari rombongannya.
Dua ekor gajah jantan liar tersebut menjadi ancaman besar terhadap para petani kebun di wilayah itu. Pasalnya, kehadiran gajah tersebut akan memakan tanaman kelapa sawit sumber ekonomi petani yang selama ini menjadi salah satu harapan untuk menghidupi keluarga.
Dari laporan TIM yang terdiri dari Petani Kebun itu, melakukan penggiringan secara manual dengan penjagaan siang dan malam di kebunnya masing-masing
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Disebutkan, ada puluhan pohon sawit yang telah dimakan dan ditumbangkan oleh kawanan gajah liar tersebut
Sementara Suska salah satu pemilik kebun kelapa sawit mengatakan, pihaknya merasa resah dengan adanya kawanan gajah liar tersebut. Sebab bukan hanya mengancam tanaman yang menjadi sumber ekonomi warga, akan tetapi juga bisa mengancam keselamatan jiwa masyarakat jika sempat diamuk satwa raksasa (gajah) itu.
“Melihat situasi kondisi di lapangan dan kawasan kebun di mohon kepada kita semua untuk menjaga kebunnya beberapa hari kedepan,”himbau Mahroni Kepala Desa Batu Ampar melalui pesan Grup Whatsapp Kamis, (26-08-2021)
“Saat ini TIM BKSDA mau mengabil gajah pemikat dari minas Provinsi Jambi, untuk itu kita masyarakat jangan gegabah dalam mengambil sikap karna ini ada lah satwa yang dilindungi dimohon pengertiannya dan terimakasih,”tutupnya
Gajah liar tersebut, seperti menjadi hama yang berbahaya terhadap petani sawit, sebab kerusakan tanaman tersebut tentu akan membuat petani semakin rugi sebab hasilnya kian berkurang. Diharapkan kedepan adanya langkah kebijakan dari Pemerintah menanggulangi dampak dari satwa yang dilindungi ini, sehingga dengan sawit-sawit warga yang menjadi sumber ekonomi bisa diselamatkan.(JA)
.png)

Berita Lainnya
Disambar Buaya, Pemuda di Inhil Ini Bikin Heboh Warga
Mantan Sekdaprov Riau Bangun Pesantren Tahfidz di Desa Sialang Panjang
Mobil yang Ditumpangi Menyeruduk Truk, Ibu dan Anak Tewas di Tol Permai
Anggota TNI AU Tewas di Tempat Usai Tabrak Bundaran Tugu Songket Pekanbaru
Tabung Gas Meledak, 3 Rumah dan 4 Unit Sepeda Motor Ludes Terbakar
Diguyur Hujan Deras, Puluhan Rumah di Pasar Sialang Panjang Terendam Banjir
Jasad Penambang Emas di Kuansing Ditemukan di Kedalaman 15 Meter
Usai Melaut Seorang Nelayan di Katemen Temukan Mayat Mengapung, Ini Dia Identitasnya
Warga Senama Nenek Digotong Saat Meninggal, Bupati Kampar Ikut Turut Berdukacita dan Evaluasi Penggunaan Ambulan
40 Kios dan 20 Unit Motor di Inhil Hangus Terbakar
Mempelai Lelaki Meninggal Usai Resepsi Nikah, 31 Tamu Positif Covid-19
Speedboat Tujuan Simpang Gaung Karam di Parit 21 Tembilahan