Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pujasera Kelapa Gading Jadi Sorotan, Bupati Inhil : Lebih Baik Dibongkar
INDOVIZKA.COM- Dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan Forum Komunikasi Ulama Umara, Selasa (28/1/2020), Bupati HM Wardan menyoroti tentang isu-isu yang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah keberadaan Pujasera Kelapa Gading yang dinilai sudah meresahkan masyarakat.
Adanya penyalahgunaan lokasi pujasera yang dikenal dengan sebutan Pusat Kuliner Kelapa Gading (PKKG) menjadi lokasi atau tempat "remang-remang" membuat Wardan merasa tidak tenang.
Isu negatif pujasera Kelapa Gading yang dinilai merusak image Kota Tembilahan, menurut Bupati Wardan, harus menjadi perhatian serius dan perlu ada tindak lanjut bersama.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Saya harap hal-hal yang sudah kita bahas ada tindak lanjutnya. Keresahan masyarakat terhadap pujasera itu menjadi image yang tidak baik bagi daerah kita," kata Bupati Inhil HM Wardan, saat memimpin rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Jalan Akasia Nomor 1 Tembilahan.
Sebagai bentuk keseriusan, Bupati mengajak para ulama dan umara untuk turun bersama menindaklanjuti keberadaan pujasera yang diresmikan 13 September 2014 lalu di Jalan Soebrantas Tembilahan itu.
"Kalau perlu nanti kita turun bersama. Kalau itu memang sudah tidak layak lagi, lebih baik kita bongkar," tukas Pemimpin Agamis ini.
Sebelumnya rasa kekecewaan Wardan dengan kondisi pusat kuliner pujasera pun pernah diungkapkan saat melakukan Sidak ke Pusat Kuliner Kelapa Gading bersama unsur Forkopimda tahun lalu.
Pusat kuliner ini sudah banyak berubah dibanding dengan penataan awal sebelumnya. Dari hasil Sidak sebelumnya, memang terdapat beberapa hal yang melanggar ketentuan, seperti keadaan di dalam los penuh dengan pengunjung tanpa adanya penerangan yang disertai dengan musik. Los yang beraktivitas dari 40 bertambah menjadi 80 los dan pengisi los didominasi oleh pedagang pindahan dari Pasar Dayang Suri, Pasar Rakyat dan Pasar Terapung.
Bahkan bupati pernah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satpol-PP untuk menertibkan, mengembalikan kepada fungsinya dan menata kembali seperti awalnya.(san)
.png)

Berita Lainnya
Safari Ramadhan Pemda Kampar, Kamsol di Batu Bersurat dan Azwan di Siberuang
Jembatan Penghubung Desa Sei Perak dengan Desa Seberang Tembilahan Rusak Parah
Begal Perempuan Diringkus Brimob Polda Riau, 5 Kali Beraksi Sejak Keluar Penjara
DPC PDIP Inhil Buka Penjaringan Calon Bupati-Wabup
Mewakili Bupati Kampar , Camat Bangkinang Bersama Forkopimcam Lepas 8 Sampan Hias di Acara Balimau Kasai
Pemprov Riau Tunggu SK Pj Walikota Dumai dari Kemendagri
Pengurus KORMI Pekanbaru Resmi Terbentuk, Siap Kembangkan Olahraga Masyarakat di Kota Bertuah
Renovasi Berat Masjid Syech Abdurrahman di Desa Gading Permai, Ini Kata Sekdakab Kampar
Polsek Siak Hulu Masih Lidik Dugaan Motif Terhadap Mayat yang Ditemukan
Pj Sekda Riau Perintahkan Dinas Terkait Segera Turun dan Cek Kondisi Jalan Lintas Provinsi dan Jembatan Bolong di Tapung Hulu
Tomas Kota Baru : Uji Kompetensi Pilkades Inhil Jangan Hanya Formalitas Saja
LLDIKTI Wilayah XVII Riau Disetujui, Gubri Ucapkan Terimakasih