Pilihan
Warga Keluhkan Kelangkaan Minyak Goreng, Bahkan di Toko Ritel Modern
JAKARTA (INDOVIZKA) - Sejumlah warga di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengeluhkan kelangkaan minyak goreng di pasaran, termasuk di toko-toko ritel modern yang selama ini digadang-gadang menjadi pelaksana kebijakan satu harga minyak goreng yang ditetapkan pemerintah.
"Nyatanya tiap kali mau beli minyak goreng di toko-toko modern itu selalu kosong. Kalaupun sempat ada pasokan, tapi jika cuma satu-dua dus isi tiga atau maksimal lima kemasan, ya tentu akan habis dibeli orang yang sudah mengantri pertama," keluh Winna, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di perumahan Kota Tulungagung dikutip dari Antara, Sabtu (19/2).
Apa yang dirasakan Winna juga menjadi keluh-kesah ibu-ibu rumah tangga yang lain. Kalaupun saat ini mereka masih dapat minyak goreng, harganya sudah melambung tinggi. Dari harusnya maksimal Rp14.000 per liter sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, harga minyak goreng malah naik hingga di atas Rp22.000 per liter.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Akibatnya, beban belanja harian mereka membengkak. "Begini ini kalau dibiarkan kami bisa bangkrut. Sudah pendapatan menurun dampak pandemi, harga sembako dan kebutuhan dapur malah naik-naik terus," keluh Fatimah, ibu rumah tangga yang lain.
Oknum Lakukan Penimbunan
Ironisnya, kondisi itu merata. Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung berdalih minyak goreng langka akibat ada oknum yang melakukan penimbunan untuk kepentingan pribadi ataupun motif ekonomi.
"Anehnya, di saat bahan baku minyak goreng langka seperti saat ini, di media sosial justru muncul pedagang minyak goreng dadakan. Padahal di pasaran saat ini langka. Mereka ini mengaku mempunyai stok minyak goreng banyak dan siap jual secara daring dengan harga Rp18.000 hingga Rp21.000 per liter," kata Fattah, tokoh muda NU di Tulungagung.
Fattah mengaku curiga ada yang tidak beres dengan situasi kelangkaan ini. Jika terbukti benar telah dilakukan penimbunan oleh oknum pedagang atau warga, dia berharap polisi bersama Satgas Pangan Kabupaten Tulungagung bertindak cepat.
Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto mengatakan, kasus ini akan menjadi atensinya selama menjabat di Kabupaten Tulungagung. "Kami cek dulu kendalanya di mana, sumbatan distribusi di mana," katanya.
Jika terbukti ada penimbunan atau permainan, maka pihaknya tak segan menindak pedagang nakal tersebut. "Kalau itu ada indikasi penimbunan, pelanggaran hukum kita tindak," tandas Handono.
.png)

Berita Lainnya
Iuran BPJS untuk Peserta Mandiri Naik Rp 9.500 di 2021
Ketua Ansor Riau : Agenda HRS ke Riau Dibatalkan Saja
MotoGP Mandalika Beri Dampak Positif, Banyak Peserta dan Penonton Menginap di Bali
Polisi Ciduk Penipu Penjualan Minyak Goreng Murah
Airlangga Hartarto Sebut Industri Kelapa Sawit Serap 16 Juta Tenaga Kerja
Ancaman Siber dan Spionase Asing Makin Kompleks, Praktisi Dorong Penguatan Regulasi
Pelaksanaan E-Voting Pemilu 2024 Dinilai Memungkinkan
Sisa Impor Beras 2018 Masih Menumpuk di Bulog, DPR Pertanyakan Mendag Impor untuk Siapa
Presiden Jokowi Umumkan Kenaikan Harga BBM Minggu Depan
Usai Diperiksa 8 Jam, Abdimas Eks Camat Tenayan Raya Pekanbaru Ditahan
Tak Bisa Ditawar, DPR Tegaskan MBG Program Mandatory di Sektor Pendidikan
Tak Pakai Antre, Ini Cara Mudah Urus Perpanjangan SIM Online