Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tersangka Karhutla Riau Jadi 21 Orang, Lebih 341,27 Ha Lahan Terbakar
PEKANBARU - Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau menyatakan sudah ada 21 orang tersangka pelaku pembakaran lahan di Provinsi Riau selama dua bulan terakhir.
"Jumlah terjadinya perkara 16 kasus, tersangka 21 orang," kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Sabtu (29/2/2020).
Pemprov Riau sendiri sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 11 Februari hingga 31 Oktober 2020.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
Dilansir liputan6, seluruh kasus tersebut ditangani oleh jajaran Polda Riau. Semuanya adalah tersangka perseorangan, belum ada terduga dari korporasi. Hingga kini seluruh kasus masih proses penyelidikan, belum ada yang ke pengadilan.
Sedangkan luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau sejak 1 Januari hingga akhir Februari 2020 sudah lebih dari 341,27 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Seperti dilansir Antara, dari 12 kabupaten dan kota di Riau, hanya Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hulu yang hingga kini belum terjadi karhutla.
Karhutla paling luas tercatat di Kabupaten Siak mencapai 105,97 ha. Kemudian di Bengkalis 89,9 ha, Indragiri Hilir (49,6 ha), Dumai (46,8 ha), Indragiri Hulu (21,5 ha), Kepulauan Meranti (12,5 ha).
Selain itu, karhutla juga terjadi di Kota Pekanbaru (6 ha), Pelalawan (5 ha), Kampar (2,75 ha) dan Rokan Hilir (1,25 ha). Lokasi karhutla paling banyak di daerah pesisir seperti Bengkalis, Dumai dan Kepulauan Meranti.
Sulit Dipadamkan
Khusus karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, hingga kini sulit dipadamkan karena masih mengalami berbagai kendala di lapangan. Pulau Rupat adalah pulau terluar di pesisir Provinsi Riau yang secara administrasi masuk ke Kabupaten Bengkalis. Daerah ini terus mengalami karhutla setiap awal tahun.
"Kendala angin kencang serta sumber air yang minim. Akses juga cukup sulit ke lokasinya," kata Edwar yang juga Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.
Pemadaman di Rupat terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta unsur dunia usaha.(*)
.png)

Berita Lainnya
Oknum Kades di Inhil Tersandung Kasus Pidana
Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda di Pulau Burung Diringkus Polisi
Ini Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Meranti
41,2 Ton Daging Beku Asal India Dimusnahkan Bea Cukai Bengkalis
Artis Cynthiara Alona Terancam Penjara 10 Tahun
Dua DPO Kasus Narkoba di Inhil Diamankan Polisi
Apes ! Pelaku Jambret Gagal Beraksi Usai Ditabrak Polisi
Komplotan Jambret di Pekanbaru Kembali Ditangkap Polisi
Tiga Gembong Narkoba Asal Sumut Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
Razia Panti Pijat Plus-Plus, Wanita Hamil Tua di Pekanbaru Ikut Terjaring Satpol PP
Bea Cukai Riau Ikut Gagalkan Peredaran 44 Kg Sabu dan 50.500 Butir Ekstasi, Sindikat Gunakan Warga Tempatan
Berulah Lagi, Polda Riau Tangkap 22 Napi Asimilasi yang Dibebaskan di Masa Covid-19