Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Harga Sembako di Pekanbaru Turun Pasca Nataru
Indovizka.com, - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin menyampaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mulai alami penurunan. Penurunan ini terjadi di Kota Pekanbaru sejak berakhirnya libur natal dan tahun baru (Nataru) 2023.
Bahkan harga sejumlah komoditi sudah kembali normal. Sementara untuk pasokan bahan pokok juga masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
" Sejumlah komoditi seperti cabai dan ayam sudah mulai mengalami penurunan," ujar Zulhelmi Arifin, Kamis (5/1).
Menurutnya yang menjadi perhatian kemarin adalah meroketnya harga daging ayam. Kemarin itu sempat Rp35 ribu kini sudah ke Rp32 ribu. Kemudian daging sapi juga turun dari Rp140 ribu kini menjadi Rp130 ribu.
Ami menilai, saat ini situasi Pekanbaru sudah semakin kondusif. Walaupun demikian pihaknya tetap melakukan pengawasan terkait ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran.
"Kita berharap kita bisa juga terus menjaga kestabilan harga yang ada di kota Pekanbaru," ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga yang terjadi sebelumnya itu kemungkinan karena memang faktor hari besar natal dan tahun baru.
"Tapi kedepan kita akan pelajari untuk antisipasi sehingga walaupun hari besar ataupun tidak, kita tetap bisa menjaga keseimbangan harga," tutupnya.
.png)

Berita Lainnya
Dua Nama Calon Komut Bank Riau Kepri Diteruskan ke OJK
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
Bahlil Minta Anak Buahnya Rajin Datangi Investor dan Bantu UMKM
100 Ton Lidi Sawit Riau Terbang ke India dan Pakistan Setiap Bulan
Sambut Idul Fitri, Gubri Resmi Launching Operasi Pasar
Dampak Corona di Riau: Ribuan Pekerja Dirumahkan, 339 Kena PHK
Target PSR Kelapa Sawit di Riau Seluas 10.550 Hektare
Warga dan UMKM Serentak Ucapkan Terima Kasih: Bupati H. Herman Telah Hidupkan Ekonomi Rakyat
Petani Kelapa Mengeluh, Harga Kelapa di Inhil anjlok Rp. 1000 perkilo
Utang Pemerintah Naik, per Januari 2024 Tembus Rp7.754,98 Triliun
Studi Indef: Subsidi Minyak Goreng Kemasan Tidak Tepat Sasaran
Daftar Harga BBM Februari 2022, Pertamina Tetap dan Shell Naik