Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Abdul Wahid Serahkan Bantuan Paket Mesin Kapal Nelayan di Pelelawan
INDOVIZKA.COM- Dalam rangka mendorong pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan, Program Kemitraan Kementrian Energi Sumber Daya bersama Komisi VII berupa paket konversi BBM ke Bahan Bakar Gas didustribusikan kepada nelayan di seluruh Indonesia untuk tahun Anggaran 2020.
Turut hadir H. Abdul Wahid Anggota Komisi VII saat penyerahaan simbolis di Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Pelelawan, Rabu (4/11/2020).
Dalam sambutannya H. Abdul Wahid berharap bantuan ini dapat mendorong nelayan semakin produktif dan ekonomis.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Saya berharap bantuan konversi dari BBM ke Bahan Bakar Gas ini semakin ekonomis dan irit biaya, sehingga nelayan juga semakin produktif dalam bekerja," harap Anggota DPR RI Fraksi PKB ini.
Lebih lanjut, Wahid juga mengatakan bahwa program ini selain bahan bakarnya ramah lingkungan, kita juga dapat menghemat penggunaan anggaran untuk bahan bakar minyak yang selama ini digunakan.
"Selain bahan bakar ramah lingkungan, anggaran juga dapat dihemat dari penggunaan bahan bakar minyak yang mahal. pemerintah terus berupaya agar masyarakat khusus nelayan dapat merasakan kehadiran negara dalam membantu perekonomian masyarakat," lanjut Anggota Komisi VII ini.
Selain itu, hadir juga perwakilan Dirjen Migas Kementrian ESDM Ibu Iren Yulia Ningsih. Dalam sambutannya ia mengatakan ini tahun kedua bantuan ini diserahkan kepada nelayan di Kab. Pelelawan.
" Ini tahun kedua bantukan Konversi BBM ke BBG untuk kapal nelayan di Pelelawan, harusnya tahun ini tidak ada karna teralihkan anggaran penanganan Covid-19, tapi berkat perjuangab Pak Abdul Wahid dan Anggota Komisi VII, anggarannya jadi muncul kembali," jelan Iren.
Dikatankannya lagi, para nelayan harus manfaatkan mesin ini sebaik mungkin, ini sangat menghemat biaya. "Selain itu, kita patut berterima kasih dengan Pak Wahid dan Anggota komisi VII yang lain, karena memikir program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," tutup Iren.
.png)

Berita Lainnya
Harga Minyak Goreng Curah di Sejumlah Pasar Tembilahan Masih Diatas Harga Het
Harga Beras Naik, Mendag Sebut Karena Stok Menipis
Pasca Tahun Baru 2020, Disperindag Inhil Antisipasi Harga Bahan Pokok Melonjak
Bos BI Terus Waspadai Kenaikan Inflasi dan Tekanan ke Rupiah
Covid-19 Tidak Pengaruhi Investasi di Pekanbaru
BukaOutlet.com Hadir di Gelaran Bisnis Franchise & Kemitraan Internasional IFRA 2025
BSP Hasilkan Laba Bersih Rp381 Miliar Tahun Buku 2022
Seleksi Dirut BRK Syariah Dibuka Jumat Lusa, Siapa Berminat?
54 Tahun Sambu Group: Ditempa Semakin Tangguh, Diterpa Semakin Bertumbuh
Pengamat Ekonomi: Indonesia Alami Darurat Konsumsi Rokok, Cukai Rokok Harus Naik
Tips Merawat Handuk agar Tidak Jamuran, ini 6 Caranya!
Kadisperindag Riau Pelajari Kebijakan Beli Migor Pakai KTP dan Aplikasi PeduliLindungi