Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tol Pekanbaru-Dumai Masih Gratis, SK Tarif Belum Terbit
PEKANBARU - Branch Manager Tol Pekanbaru-Dumai, AA. G. Indrayana, Selasa (29/9/2020), mengungkapkan, hingga saat ini tarif tol Pekanbaru - Dumai (Permai) masih digratiskan. Sebab pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) penetapan tarif tol yang diterbitkan oleh Kementrian PUPR.
"Kita masih menunggu SK penetapan tarif tol dari Kementerian PU. Kapan SK itu dikeluarkan kami tidak tau dan tidak mau berandai-andai. Kami tetap menunggu turunkan SK tarif tersebut dan berapa besaranya," kata Indrayana.
Indra mengungkapkan, meski saat ini tarif tol Permai masih gratis, namun pengendara yang akan melintasi tol ini wajib memiliki kartu e Money. Jika tidak memiliki kartu uang elektronik tersebut maka dipastikan pengendara tersebut tidak akan bisa melewati pintu gerbang tol.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Pastikan kita punya e-money, kemudian patuhi rambu-rambu lalulintas, jangan berhenti dipinggir jalan, kecuali dalam kondisi darurat. Kecepatan maksimal 80 kilometer per jam dan minimum 60 kilometer per jam. Dilarang mendahului dari lajur kiri. Gunakan lajur kanan untuk mendahului," katanya.
Indrayana mengungkapkan, tol Permai saat ini sudah didukung dengan sejumlah fasilitas umum. Diantaranya 10 titik rest area, saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Selain itu tol Pekanbaru-Dumai juga dilengkapi dengan fasilitas patrol yang sesuai dengan standar jalan tol yang berlaku.
"Diantara 14 unit mobil derek, 6 unit ambulans, 9 unit mobil patroli, 7 unit mobil PJR, 3 unit mobil rescue dan 4 unit mobil VMS," katanya.(mc)
.png)

Berita Lainnya
Benarkah Minyak Goreng Langka Akibat Penimbunan?
BI Ingin Kerja Sama RI-China Diperkuat Lewat Penggunaan Mata Uang Lokal
Alami Penurunan, Harga Pinang Kering Dibandrol Rp 11.585 per Kg
Harga BBM Siap-Siap Naik, Akankah Bansos Bakal Ditambah
Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru 2023, DPRD Riau Minta Disperindag Tinjau Sembako
23 Ribu UMKM Riau Terima Bantuan Pusat Sebesar Rp2,4 Juta
Inflasi Bulan April Turun 4,33 Persen
Haramkan Pinjaman Online yang Mengandung Riba, MUI Rekomendasikan 3 Hal
Dorong Ekonomi Rakyat, Warga Diminta Manfaatkan Lahan Kosong
Karantina Kepri Tolak 8,8 Ton Sayuran Asin Asal China
Minyak Goreng di Tembilahan Langka, Disperindag Angkat Bicara
Membongkar Penyebab Ketimpangan Ekonomi Indonesia