Pilihan
Harimau Sumatera di Riau Diberi Nama Corina
INDOVIZKA.COM - Harimau sumatera liar yang terluka akibat jerat dan harus dievakuasi dari hutan tanaman industri di Provinsi Riau, diberi nama Corina karena mengalami insiden di saat dunia mengalami wabah virus corona pemyebab COVID-19.
“Corina nama yang diberikan kepada HS tersebut, sebagai pengingat bahwa HS terjerat di saat dunia sedang disibukkan dengan berita tentang virus corona. Hal itu sebagai pengingat saja,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Selasa.
Sebelumnya, Tim BBKSDA Riau dibantu PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengevakuasi seekor harimau sumatera liar yang terjerat di dalam konsesi hutan tanaman industri perusahaan tersebut di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, pada Minggu (29/3).
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Ia mengatakan harimau berkelamin betina tersebut kini sudah berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Sumatera Barat, yang dikelola oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Satwa langka bernama latin panthera tigris sumatrae itu kini dalam pengawasan tim medis.
“Kondisi saat ini cenderung membaik dari agresivitasnya, sudah mau makan dan minum,” katanya.
Ia mengatakan tim medis PRHSD dan BBKSDA akan berupa menyembuhkan luka di kaki depan harimau yang cukup parah akibat sudah jerat nilon selama tiga hari.
Pihak BBKSDA Riau berterima kasih kepada manajemen PT RAPP karena cepat melaporkan kasus harimau sumatera tersebut karena kalau kondisinya semakin parah, akan sulit untuk proses penyembuhan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan karena dengan semakin cepat sembuh, harimau sumatera ini bisa dilepasliarkan di tempat yang sesuai dengan habitatnya,” katanya.
Hasil observasi terhadap harimau menunjukkan bahwa satwa dilindungi tersebut berkelamin betina yang diperkirakan berusia di bawah lima tahun. Harimau tersebut memiliki panjang badan 170 centimeter, dan berat 85-90 kilogram.
.png)

Berita Lainnya
2,5% Gaji PNS Akan Dipotong, Ini Penjelasan Baznas
12 Hotspot Terdeteksi di Riau
Lubang Galian IPAL Bahayakan Pengendara Jalan Sudirman
5 Titik Panas Terdeteksi di Riau
Akan Terjadi El Nino di Indonesia, Ini Wilayah Terdampak dan Antisipasinya
Catat, Berikut Nomor Pengaduan THR Disnakertrans Riau
Pemko Pekanbaru Sebut Sejak Awal Tahun Sudah Perbaiki 100 Ruas Jalan Rusak
Hotspot di Riau Pagi ini Masih Tertinggi di Sumatera, Titik Api Nihil
PUPR Pekanbaru Mulai Beton Jalan Cipta Karya
Karhutla Pekanbaru Capai 11 Kasus, 6 Hektare Lahan Jadi Abu
LPAI Riau Sebut Media Sosial Bisa Mendorong Anak Jadi Pelaku Pencabulan
Catat, Berikut Nomor Pengaduan THR Disnakertrans Riau