Pilihan
PKS Minta Mensos Perpanjang Program Bantuan Sosial Tunai
(INDOVIZKA) - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyesalkan keputusan Menteri Sosial yang tidak memperpanjang Bantuan Sosial Tunai (BST) yang akan berakhir pada April 2021.
Bukhori menilai, keputusan tersebut tidak masuk akal.
“Mensos tidak bisa memutuskan sepihak tanpa melalui konsultasi bersama kami lebih dahulu di Komisi VIII DPR. Jika alasannya karena tidak ada anggaran, saya pikir tidak masuk akal mengingat pemerintah justru menaikan alokasi anggaran untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021,” ungkapnya.
Menteri Keuangan menyampaikan alokasi anggaran PEN tahun 2021 melonjak hingga mencapai 699,43 triliun.
Angka ini meningkat sebesar Rp 295,4 triliun dari pagu PEN saat kali pertama disampaikan pemerintah di awal tahun 2021, yakni Rp 403,9 triliun.
Anggota Komisi Sosial ini meminta, Menteri Sosial untuk mempertimbangkan kembali keputusan untuk tidak memperpanjang BST tersebut.
Pasalnya, ada dua alasan utama kenapa model bantuan ini layak dipertahankan.
Pertama, intervensi pemerintah melalui kebijakan perlindungan sosial terbukti berhasil menekan jumlah kemiskinan akibat pandemi Covid-19.
Bukhori menjelaskan, program perlindungan sosial pemerintah selama pandemi tidak hanya menyentuh 40 persen lapisan masyarakat bawah, tetapi sukses menjangkau hingga 60 persen lapisan masyarakat bawah sehingga mampu menahan bertambahnya angka kemiskinan.
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, menyatakan program pelindungan sosial selama pandemi telah mampu melindungi masyarakat miskin dan rentan miskin dengan menahan mereka di level 10 persen.
"Tanpa perlindungan sosial, Bank Dunia bahkan memprediksi angka kemiskinan bisa mencapai 11,8 persen," urai Bukhori.
Kedua, kebijakan anyar Mensos Risma ini akan menjadi kontraproduktif dengan upaya pemerintah selama ini dalam menekan angka kemiskinan.
Rilis BPS pada 15 Februari 2021 menunjukan jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta terhadap Maret 2020 yang berjumlah 26,42 juta orang.
Kendati demikian, kenaikan yang terjadi tidak setinggi sebagaimana prediksi Bank Dunia yang berkisar 11 persen. Kenaikan di angka BPS hanya 0,97 persen.
“Saya meminta Menteri Sosial untuk konsisten memelihara sense of crisis dalam situasi ini. Dengan tetap mempertahankan BST, ini akan menjadi kado indah bagi masyarakat menyambut Ramadhan kali ini,” imbuhnya.
Bukhori berpendpaat Mensos harus segera mengusulkan kebutuhan anggaran perpanjangan program ini kepada Menteri Keuangan.
"Tidak cukup disitu, kami juga akan mendukung Presiden untuk mempertahankan kelanjutan program yang baik ini, yakni dengan menyetujui usulan perpanjangan program dalam rapat kabinet," pungkasnya
Sebelumnya, Kemenkeu belum menerima usulan apapun dari Menteri Sosial untuk kebutuhan anggaran perpanjangan program ini.
BACA JUGA
Lanjutkan Safari Politik Ke DDII, PKS: Kita Perkuat Sinergi Pendidikan
Sowan Ke Dewan Dakwah, PKS Perjuangkan RUU Perlindungan Tokoh Agama
Padahal, masih menurutnya, Kemenkeu bisa saja menyesuaikan anggaran untuk perpanjangan program BST ini sepanjang ada usulan.
.png)

Berita Lainnya
Kiamat PNS Mendekat, Pegawai Bisa Diganti Robot?
DPR Apresiasi Capaian Pertamina Hulu Rokan di Riau
Sebulan Kasus Aktif Covid-19 Naik Dobel, Tetap Patuhi Protokol Kesehatan!
Menhub Budi Dorong Industri Transportasi Berinovasi Demi Ciptakan Lapangan Kerja
Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja di 2022, Anggaran Disiapkan Rp 11 T
Haji Dibatalkan, Jemaah Terdaftar 2020 Berangkat Tahun Depan
PLN Dituntut Buktikan Tidak Menaikkan Tarif Listrik dengan Investigasi Diawasi BPK
Pemerintah Buka Penerbangan Jakarta-Wuhan, untuk Rasa Keadilan DPR Minta Ditutup Kembali
New Normal PNS Berlaku Mulai 5 Juni, Berikut Rinciannya
Mengaku Kenal Dekat, Anak Buah Prabowo ini Tidak Percaya Munarman Terafiliasi Dengan ISIS
Selama Ramadan ASN Diwajibkan Tetap Jalankan Tugas Kedinasan
ASN Menerima Bansos, Komisi VIII Pertanyakan Pendataan DTKS Kerap Bermasalah