Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Aparat Gabungan Terjunkan 7 Kapal di Laut Riau, Ada Apa?
PEKANBARU, (INDOVIZKA) - Aparat gabungan menerjunkan 7 kapal untuk menyisir kawasan perairan di wilayah Provinsi Riau, Rabu (9/6/2021).
Aparat yang tergabung terdiri dari Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, dan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Riau Agung Saptono mengatakan, kapal-kapal itu diterjunkan untuk melakukan patroli di kawasan perairan.
Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi antar instansi maritim dalam mencegah tindak pidana di wilayah perairan.
"Kami melaksanakan patroli bersama selama dua pekan ke depan. Kegiatan ini untuk mencegah tindak kejahatan seperti penyelundupan barang ilegal di kawasan laut Riau," ujar Agung kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis, Rabu.
Menurut Agung, patroli dilakukan dengan menerjunkan 7 unit armada kapal.
Adapun 2 kapal dari Korpolairud Baharkam Polri, yakni KP. Antareja 7007 dan KP. Kedidi 3015.
Kemudian, 1 unit dari Ditpolairud Polda Riau, 1 unit Satpolairud Polres Dumai, dan 1 unit dari KSOP Dumai.
"Dari kami Bea Cukai menerjunkan dua unit armada, yakni BC 9004 dan BC 10001," sebut Agung.
Patroli selama dua pekan ini dilakukan di bawah komando pusat.
Hal ini juga merupakan upaya untuk memperkuat sinergitas aparat penegak hukum di wilayah perairan.
"Jadi, intinya kita bersatu untuk mengamankan perairan Riau ini dalam rangka untuk menekan tindak pidana di perairan. Patroli kita lakukan selama dua minggu. Tapi, sebenarnya kita juga sudah terus-menerus berkolaborasi dan ini hanya sebagai penguatan kerja sama," kata Agung.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Eko Irianto mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu menekan jumlah pelanggaran, tindak pidana atau penyelundupan di wilayah perairan Provinsi Riau.
"Melalui penyelenggaraan patroli ini, saya berharap petugas dapat mewujudkan penegakan hukum di wilayah perairan secara profesional dan berkesinambungan," kata Eko.
.png)

Berita Lainnya
Dukung Pergub Kerjasama Media, Mohammad Noh: Sudah Sejalan dengan Dewan Pers
KPK sebut Banyak Politikus dan Kepala Daerah Mulai Sibuk Cari Dana untuk Pemilu 2024
Swasembada Pangan dan Pupuk Terjangkau Jadi Prioritas Pemerintah
Dibuka Hari Ini, Menu Pendaftaran Kartu Prakerja Belum Tersedia
Gubernur dan Bupati/Walikota Terpilih dari Riau Wajib Cek Kesehatan, Ini Jadwal Lengkapnya
Jokowi Sebut Istana Negara Akan Pindah ke IKN Baru Pada 2024
Kawal Perubahan UU Perkebunan, Abdul Wahid Minta Kepala Daerah Agresif Dorong Bagi Hasil Sektor Sawit
PKS: Keberhasilan dan Keterpurukan Indonesia, Pasti ada Andil dan Kontribusi Umat Islam
Babak Belur Jurnalis Tempo saat Investigasi Kasus Suap Pajak
36 Pedagang Pasar Raya Padang Positif Corona, 3 Orang Meninggal Dunia
Truk Tangki Terbakar Saat Isi BBM, Pengendara Ramai-ramai Merekam dengan Ponsel
Diduga Terkena Jerat, 3 Ekor Harimau Sumatera Ditemukan Mati