Pilihan
Soal Isu Pergantian Sekda Inhil, Legeslatif Saling Adu Argumen
INDOVIZKA.COM - Soal isu pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir di sosial media semakin hangat diperbincangkan sejak awal tahun 2020.
Meskipun kabarnya masih simpang siur, isu tersebut lantas memantik komentar dan argumen dari berbagai pihak, terutama dikalangan legislatif Negeri Seribu Parit ini.
Wakil Ketua DPRD Inhil, Maryanto misalnya. Mantan Ketua PDI-P Kabupaten Inhil itu menilai belum ada sosok yang layak untuk menggantikan figur Sekda Inhil Said Syarifuddin saat ini ini.
- Mafirion Sosialisasikan 4 Pilar di Pulau Kijang Indragiri Hilir: Tingkatkan Kesadaran
- DPW Jema'ah Syatariah Riau Minta Mubaligh dan Alim Ulama Ajak Jemaah Menangkan Wahid-Hariyanto
- Ustadz Yurnalis Sebut Abdul Wahid Sosok Pemimpin yang Merangkul
- Dihadapan Ribuan Warga Kuansing, Abdul Wahid Minta Restu Maju Pilgubri
- PKB Usung Ferryandi dan Dani Maju Pilkada Inhil 2024, Iwan Taruna: Survei Keduanya Tertinggi
Maryanto berargumen untuk menjabat sebagai seorang Sekda harus memenuhi persyaratan seperti minimal pernah menjadi kepala dinas beberapa kali terutama sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda).
"Karena yang diurus itu sebagai ketua TAPD. Jadi pergantian Sekda itu bukan soal suka tidak suka. Boleh dilanggar tapi tunggu kehancuran. Karena bagaimana bisa memberikan kemajuan kalau tidak paham,” ujar Maryanto, Selasa (07/01/2020).
Selain itu, tanggapan berbeda datang dari politisi Golkar, Edy Harianto Sindrang. Anggota DPRD Inhil 3 Periode ini menilai soal pergantian Sekda adalah sesuatu yang wajar karena merupakan hak priogratif Bupati.
"Tidak ada masalah jika Bupati (Wardan, red) menghendaki. Soal siapa yang layak bukan kapasitas saya untuk menjawab, yang penting eselon II dan mengikuti asseemen," kata ujar Edy, Kamis (09/01/2020).
Lebih lanjut Edy menambahkan, selagi memenuhi aturan dan ketentuan siapa saja memiliki peluang untuk menjabat sebagai Sekda Inhil.
"Semua Kepala Dinas memiliki peluang, yang menilai ya Bupati. Wardan itu ketua DPD Golkar Inhil, saya sebagai anggota Partai Golkar mendukung penuh apa yang menjadi keputusan Bupati," kata Edy.
Namun Edy berharap soal isu pergantian Sekda Inhil tidak dikait-kaitkan dengan persoalan politik Pilkada Inhil 2023 yang terbilang masih lama.
"Pilkada masih jauh. Lebih baik kita mengurus kepentingan masyarakat. Kita jangan mencampuri yang bukan kewenangan kita," tegas Edy, Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil ini.
Terakhir Edy juga mengatakan dirinya tidak terlalu ambil pusing terkait isu tersebut. Menurutnya mau bergati atau tidak yang penting roda pemerintahan berjalan dengam baik dan lancar.
"Mau bertahan atau tidak pointnya yang penting Sekda itu harus mampu menyehatkan APBD, sehingga tidak ada yang namanya tunda bayar," tutup Edy.*
.png)

Berita Lainnya
Jemput Aspirasi Masyarakat, H Dani M Nursalam Reses di Pekan Kamis
DPRD Riau Minta Pengusaha Mal dan Gerai Oleh-oleh Jangan Persulit Produk UMKM
DPRD akan Teruskan LKPJ TA 2023 kepada Banggar setelah Bupati Menjawab Pandangan Umum Fraksi
Ketua DPRD Provinsi Riau Menghadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-76
Festival Lampu Colok Bengkalis, DPRD Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi
Komisi IV DPRD Riau Terima Kunjungan Kerja DPRD Dumai
Banggar DPRD Riau dan TAPD Bahas KUA-PPAS Tahun 2026
Ini Penyebab Perda Pajak Daerah Riau Belum Bisa Dipergunakan
Syahrul Aidi Gelar Sosialisasi Empat Pilar dan Silaturrahmi dengan Insan Pers Kampar
Soal Tunda Bayar, Dewan Inhil Utus Perwakilan Konsultasi ke Pusat
Putra Inhil Jadi Ketua DPRD di Inhu?
DPRD Riau Dukung Pemprov Teken MoU dengan Cambridge University Press