Pilihan
Tewas di Hotel Tanpa Busana, Wanita Paruh Baya Dibunuh Suami Siri
PEKANBARU, (INDOVIZKA) - Misteri kematian wanita paruh baya inisial PW yang tewas tanpa busana di salah satu hotel di Jalan Tanjung Datuk, Limapuluh, Pekanbaru, Kamis (14/10/2021) terungkap.
Dalam ekspos, yang dilakukan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K, M.H di Aula Mako Polsek Limapuluh, Jum'at (15/10/2021), terungkap bahwa korban inisial PW dibunuh oleh LS, yang merupakan suami siri korban. Mereka ini memiliki hubungan nikah siri sejak tahun 2017, dan memiliki anak. Namun meski telah menikah, mereka tidak tinggal Korban ini janda sedangkan pelaku ini bujangan.
Berdasarkan Lidik TKP, Tim Opsnal Polsek Lima Puluh mendapatkan informasi dan petunjuk arah diduganya pelaku. Kamis (15/10/2021) Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim Opsnal berhasil mengamankan satu (1) tersangka berinisial LS (36) di Jalan Guru Sulaiman Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.
- Konflik Ditengah Masyarakat Desa Sungai Ara Didamaikan Kapolres Pelalawan
- Banjir Jalan Lintas Timur Makin Tinggi, Polres Pelalawan Buka Tutup Arus Lalu Lintas
- Divisi Hukum Bermarwah Mengutuk Oknum Masyarakat Rusak APK Abdul Wahid -SF Hariyanto
- Ribuan Slop Rokok Ilegal Berhasil Diamankan Satpolairud Polres Inhil
- Waspada! Ada Nomor HP Mengatasnamakan Pj Bupati Inhil Erisman Yahya
"Kita telah mengamankan terduga kasus pembunuhan yang terjadi di salah satu hotel di jalan Tanjung Datuk. Penangkapan LS dilakukan 45 menit setelah kejadian. Pelaku LS merupakan suami siri korban." ujar Pria Budi, Jumat (15/10/2021).
Kapolresta menjelaskan bahwa motif pelaku melakukan tindakannya disebabkan pelaku merasa korban telah meracuninya melalui air mineral. Yang mengakibatkan pelaku muntah darah namun korban tidak mengakuinya.
"Motif pelaku membunuh korban dikarenakan sakit hati terhadap korban. Pelaku sempat cekcok bersama korban karena pelaku merasa bahwa korban telah meracuninya namun korban tidak mengakui. Sehingga pelaku mencekik korban, memukul dan menjerat leher korban dengan menggunakan tali tas milik pelaku," ungkapnya.
Sementara keterangan Forensik Polda Riau, Kompol Suprianto menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik luka lebam di tubuh korban.
"Yang pertama adanya kekerasan tubuh pada daerah kepala. Kemudian pada daerah leher dan yang ketiga adanya kekerasan tubuh pada daerah dada dan perut. Sesuai dengan polanya diyakini adanya juga pembekaman pada daerah mulut agar korban tidak berteriak, namun yang membuat korban meninggal di daerah leher, karena ada gangguan gejala napas sehingga timbulnya asfiksia atau mati lemas," ungkapnya.
Kini pelaku di jerat humukan penjara dengan pasal 338 KUH. Pidana dengan ancaman pidana penjara Maksimal paling lama 15 tahun penjara.*
.png)

Berita Lainnya
Tiga Pelaku Tindakan Premanisme di Kecamatan Keritang Diamankan Polisi
Ditreskrimum Polda Riau Limpahkan Kasus Polisi Tikam Polisi ke JPU
Arharubi Pelaku Mutilasi Anak Kandung di Tembilahan Hulu Dihukum Mati
Dalang Pembuang Ratusan Kartu BPJS di Tong Sampah Tembilahan Masih Misterius
Pasangan Ini Terjaring Razia di Kamar Wisma, Ada Bong Sabu dan Tisu Magic
Mentan Syahrul Yasin Limpo Ditetapkan Jadi Tersangka
Besok KPK Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah di Riau
Dua Pengedar Sabu Asal Sumut Dibekuk Polres Pelalawan
Polres Inhil Gelar Press Release Kasus Dugaan Pembegalan
Dua Perempuan Muda dan Berbahaya
Jaksa Teliti Berkas Korupsi Yan Prana Jaya
7 Bulan Buron, Pencuri Kabel Listrik Milik Pemda Inhil Dibekuk Polisi