Pilihan
Menkes Budi Gunadi: Normal Setelah Pandemi Tercapai Jika Masyarakat Disiplin
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Kesehatan atau Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan kehidupan normal setelah pandemi bisa tercapai jika masyarakat disiplin protokol kesehatan.
Dia menilai bahwa dengan adanya transformasi sistem kesehatan global, masyarakat dunia dapat menanggulangi bencana pandemi yang sewaktu-waktu dapat muncul di masa depan.
“Kita memerlukan sistem kesehatan global, seperti International Monetary Fund (IMF) di ekonomi global, dengan mekanisme, tata kelola, dan partisipasi negara-negara di dunia, sehingga manakala ada pandemi lain muncul di masa depan, ada sistem funding yang selalu bisa diandalkan,” ujar Menkes Budi Gunadi pada diskusi virtual Leadership Night Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), pada Kamis, 11 November 2021.
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Acara Leadership Night adalah acara tahunan yang digelar SBM ITB Kampus Jakarta sebagai sarana untuk mendengarkan pandangan dari figur pemimpin dan pengambil kebijakan level nasional atas isu-isu yang sedang terjadi. Tahun-tahun sebelumnya, SBM ITB mengundang figur terkemuka seperti Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Kuntoro Mangkusubroto, Gita Wirjawan, Basuki Tjahaja Purnama, Sri Mulyani, Boediono, Ignasius Jonan, Susi Pudjiastuti, dan Nadiem Makarim.
Selain itu, Budi mengatakan perlu ada kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta, startup, sekaligus membangun modal sosial di Indonesia. “Do not underestimate the social capital in Indonesia. Masyarakat kita kalau berkolaborasi, maka hasil akhirnya akan luar biasa,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, Budi Gunadi juga memberikan wejangan kepada para mahasiswa bahwa untuk menjadi sukses, diperlukan kebijaksanaan yang timbul dari pengalaman dan berinteraksi dengan orang banyak. “Kita juga harus tetap rendah hati dan selalu terus belajar,” ujarnya.
Dia juga menceritakan pengalamannya ketika ditunjuk Presiden Jokowi Sebagai Menteri Kesehatan.
Ia mengatakan penunjukan ini adalah waktu yang tepat baginya untuk berkontribusi kepada masyarakat setelah sukses sebagai CEO Bank Mandiri, Inalum, dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Menjadi Menkes ini seperti investasi akhirat saya nanti. Ini waktunya bagi saya membantu masyarakat banyak dengan terjun langsung menangani pandemi,” ujar dia.
.png)

Berita Lainnya
Bio Farma Pastikan Harga Vaksin Corona Kisaran Rp 200 Ribu
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Diminta Batal Demi Kepastian Hukum
Jangan Keseringan Minum Teh, Ketahui Bahayanya bagi Kesehatan
Warga Sungai Bela Diserang Wabah Kupu-kupu Beracun, Dinkes Gerak Cepat Atasi Wabah
Target Crash Program Polio di Kota Pekanbaru Masih Dibawah Target
Pasien Corona di Riau Nambah Satu dari Warga Natuna, Total 118 Kasus
Jumlah ODP COVID-19 di Rohul 625 Orang dan 2 PDP
Cegah Varian Omicron Masuk, RI Tutup Pintu Masuk Bagi Warga Negara Afrika
Kasus Stunting di Pulau Burung Turun Signifikan di 2024
Berikut Tanda-Tanda Kehamilan Normal Yang Sering Terjadi
4 Manfaat Buah Naga bagi Kesehatan, Menurunkan Risiko Diabetes hingga Mencegah Kanker
Antisipasi DBD, Dinkes Inhil Mulai Gencar Sosialisasikan 4M Plus